kumparan
11 Okt 2018 22:23 WIB

Marthin Losu: Saya Masih Butuh Single Event

Marthin Losu, Atlet Para Sepeda Indonesia (Foto: Sandi Firdaus/kumparan))
Marthin Losu menorehkan prestasi yang cukup apik di ajang Asian Para Games 2018. Atlet berusia 31 tahun tersebut sukses menorehkan dua medali perunggu untuk kontingen Indonesia. Lalu, mengapa raihan ini terasa begitu spesial?
ADVERTISEMENT
Ditemui seusai menjalani laga cabang olahraga para sepeda nomor Team Sprint C1-5 putra yang dilangsungkan di Jakarta International Velodrome, Marthin bercerita mengenai awal mula perkenalannya dengan sepeda. Atlet yang juga pernah menjadi atlet cabang olahraga atletik ini mengungkapkan sesuatu bahwa dia belum mengenal sepeda begitu lama.
"Saya pertama kali kenal sepeda ini waktu seleksi di tahun 2017, bulan Desember. Saya baru dua hari pegang sepeda langsung ikut seleksi. Nah, lalu hasilnya keluar, saya dipanggil masuk pelatnas bulan Januari 2018. Jadi saya hanya pegang sepeda dua hari, lalu masuk pelatnas dari Januari sampai sekarang," ujar Marthin.
"Ya, memang saya ingin mencoba dunia yang lebih baru. Dan memang di atletik juga sudah ada regenerasi yang bagus dari junior saya. Alangkah bijaknya, saya rasa saya juga cukup banyak berkecimpung di atletik dari tahun 2006 sampai tahun 2017, sekitar 12 tahun. Jadi mungkin saatnya saya menurunkan estafet ke junior saya. Saya mencoba dunia baru ini (sepeda)," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
Beralih ke dunia yang baru nyatanya tidak menurunkan kapasitasnya sebagai atlet berkemampuan apik. Mampu beradaptasi dengan sepeda, sekarang, dia sudah mampu menguasai sepeda. Raihan dua perunggu di ajang Asian Para Games, setidaknya, sudah mencerminkan kemampuan dari Marthin.
Sekarang, usai tampil di ajang Asian Para Games 2018, Marthin memiliki target yang lebih tinggi lagi. Dia mengincar Paralimpiade 2020 yang diadakan di Tokyo. Namun, untuk ikut Paralimpiade, Marthin mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu memperbanyak poin dari single event.
Marthin Losu, atlet para sepeda Indonesia. (Foto: Sandi Firdaus/kumparan)
"Itu (ikut Paralimpiade 2020), kita mesti banyak ikut single event. Biarpun saya di sini juara, pecah rekor, kalo keikutsertaan di single event itu tidak ada tiap tahun, itu tidak ada poin Paralimpiade. Itu perlunya try out sama single event," ujar Marthin.
ADVERTISEMENT
"Sementara target kita ke sana, namun jangka pendeknya Januari 2019 'kan ada ACC World Track Championship, ada Paralimpiade juga. Jadi satu. Itu bisa jadi single event akan kita ikuti juga. Mudah-mudahan bisa nambah poin kita, sebelumnya sudah ikut di Italia. Semoga bisa konsisten tiap tahunnya," katanya menambahkan.
Pada hari keenam Asian Para Games 2018, cabor para sepeda sukses menyumbang satu perak dan dua perunggu bagi kontingen Indonesia. Sejauh ini, meski tidak meraih emas, cabor para sepeda cukup rajin sumbang medali untuk Indonesia, dengan torehan lima perak dan delapan perunggu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan