kumparan
4 Jun 2018 16:22 WIB

Menembak dan Menari seperti Steph Curry

Andalan Warriors, Steph Curry. (Foto: Kyle Terada-USA TODAY Sports)
"Dia mungkin adalah penembak terbaik dalam sejarah bumi."
Steve Kerr, pelatih Golden State Warriors, mengatakan hal tersebut setelah pertandingan gim kedua final NBA 2018 berakhir. Dan 'dia' yang disebut-sebut oleh Kerr itu adalah pemain andalan timnya, Stephen Curry.
ADVERTISEMENT
Curry memang tampil gemilang pada laga gim kedua yang berlangsung di ORACLE Arena, Senin (4/6) WIB. Pada laga tersebut, dia mampu mengemas 33 poin dan membuat Warriors menang dengan skor 122-103, sekaligus unggul 2-0 atas Cavs.
Namun, pujian Kerr bukan berdasar 33 poin itu saja, melainkan juga karena rekor yang dicatat oleh Curry. Pada laga gim kedua itu, pemain berusia 30 tahun tersebut memecahkan rekor sebagai pencetak tripoin terbanyak dalam laga final NBA.
Curry mencetak sembilan tiga poin pada laga itu, mengungguli raihan Ray Allen, pemain Boston Celtics, yang mencetak delapan tripoin pada final tahun 2010. Menariknya, sembilan tripoin yang ditorehkan Curry hanya berasal dari 17 percobaan saja atau dengan presentase keberhasilan sebesar 52,5%.
ADVERTISEMENT
Aksi Steph Curry. (Foto: Ezra Shaw/Pool Photo via USA TODAY Sports)
Tembakan tiga poin memang merupakan senjata utama Curry untuk menghujam ring lawan-lawannya. Dan pujian terhadap kemampuannya itu sudah terlontar dari banyak pihak. Kevin Durant, rekan satu timnya, menyebut bahwa Curry adalah penembak terbaik yang pernah ia lihat.
Legenda NBA, Larry Bird, juga mengatakan hal yang sama. Legenda Celtics itu menyebut bahwa dirinya, Curry, dan Chris Mullin boleh disebut sebagai penembak jitu terbaik yang pernah ada dalam sejarah panjang NBA.
Namun, kelebihan Curry jelas tak hanya itu saja. Singkatnya, dia tak hanya pandai menembak. Apa yang membuat Curry bisa mencapai titik sebagai penembak jitu adalah karena pergerakan, visi, serta kepintarannya membaca permainan.
Seorang pebalet asal San Francisco, Taras Domitro, bahkan menyebut apa yang Curry di atas lapangan persis seperti apa yang dilakukannya saat menari. Domitro menyebut bagaimana Curry memegang bola, cara dan gerakannya, persis seperti caranya memegang wanita saat menari bersama.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak menggunakan bola, Anda tahu. Kami menggunakan seorang wanita. Namun, cara dia mendribel bola dalah cara kami menangani wanita di atas panggung," ujar Domitro seperti dilansir New York (NY) Times.
Selebrasi Steph Curry. (Foto: Kyle Terada-USA TODAY Sports)
Karena melihat Curry bermain di ORACLE Arena pula, Domitro kemudian jadi menyukai basket. Dan tak hanya Domitro saja. Graham Lustig, artistic director di Oakland Ballet Company, juga sama jatuh cintanya terhadap gaya Curry melakukan dribel dan bergerak di lapangan.
"Sangat mengagumkan untuk ditonton. Dia seperti pesulap; menyulap bola basket ketika dia berada empat kaki dari tanah. Satu hal tentang balet adalah Anda tidak ingin terlihat besar dan dominan di atas panggung. Steph jelas bukan pemain yang seperti itu," ujar Lustig.
ADVERTISEMENT
Satu gerakan balet yang benar-benar terlihat dikuasai oleh Curry adalah gerakan bernama plie --gerakan tentang menekukkan lutut. Biasanya, seorang penari balet menekuk lutut mereka sebelum melompat dan menekuknya lagi sebelum mendarat. Semua dirancang untuk memastikan keseimbangan dan membuat tubuh lebih elastis.
Anda boleh menyaksikan ulang laga-laga Curry dan lihatlah setiap kali pemain bernomor 30 itu menembak, dia selalu melakukan plie. Bagi Lustig, hal itu jelas tidak didapat Curry dari pelatihnya, tapi lahir atas inisiatifnya yang natural.
Bagi Lustig pula, Curry bergerak seolah mengikuti ritme sebuah musik. Karena itu, gerakan-gerakan yang dilakukan Curry sebelum menembak atau ketika hendak menerobos penjagaan lawan selalu mantap dan tak terlihat sporadis.
Curry di laga final NBA. (Foto: Kelley L Cox-USA TODAY Sports)
Kehebatannya dalam menembak dan 'menari' itu yang kemudian membuat banyak bocah-bocah di Amerika Serikat ingin menjadi dirinya. Di sekolah-sekolah, anak-anak yang bermain basket ingin punya gerakan dinamis dan insting menembak yang tinggi seperti Curry. Fakta yang membuat NY Times membuat tulisan berjudul 'Is Stephen Curry Changing Basketball, or Just Owning It?'
ADVERTISEMENT
Ketika sedang dalam kondisi terbaik, banyak orang akan setuju bahwa Curry adalah pemain terbaik di NBA bersama dengan LeBron James. Dan dua gelar Most Valuable Player (MVP) serta dominasinya bersama Warriors dalam empat tahun terakhir bisa dijadikan bukti.
Dengan penampilan gemilang yang dia tunjukkan dalam dua laga final NBA yang sudah dilalui Warriors tahun ini, pemain yang dipilih dari draft pada tahun 2011 itu berpeluang merengkuh gelar individu yang belum pernah dia dapatkan: MVP Final NBA.
Dalam dua laga ini saja, Curry sudah mencatatkan 31 poin per gim, 6,5 rebound per gim, dan 8,5 assist per gim. Dengan cincin NBA, gelar MVP Final tampaknya tak akan jatuh ke tangan lain selain ke tangannya.
ADVERTISEMENT
Di tengah-tengah musim reguler, cedera boleh saja mengganggu performanya. Tapi kini, Curry benar-benar sudah kembali. Kembali ke permainannya sebagai kunci dan otak dari ganasnya Warriors di play-off dan final NBA ini.
LeBron James vs Steph Curry. (Foto: Kyle Terada-USA TODAY)
Penampilan yang menurut jurnalis The Ringer, Haley O'Shaughnessy, adalah penampilan unik yang sulit dilupakan, sehingga bisa menjadi 'sesuatu' yang serius bagi LeBron James dan dendam untuk Russel Westbrook.
Jika karena tendangan bebas melengkungnya David Beckham mendapat kalimat 'Bend it like Beckham' maka pantaslah Curry dengan tembakan dan gerakan-gerakannya itu mendapat kalimat 'Shoot and dancing like Curry'.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan