• 0

Menpora Janjikan Pencairan Dana Cabor Tak Akan Molor

Menpora Janjikan Pencairan Dana Cabor Tak Akan Molor


Menpora Imam Nahrawi

Menpora Imam Nahrawi (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memiliki hajatan besar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ya, Indonesia didaulat menggelar Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang.
Dalam tenggat tujuh bulan ini, Kemenpora pun terus berupaya menggenjot persiapan Pelatnas untuk meningkatkan prestasi demi finis 10 besar dengan 15-20 medali emas. Anggaran Rp 514,5 miliar plus dana tambahan internal Deputi IV Kemenpora sebesar Rp 20 miliar pun khusus dipersiapkan bagi cabor.
Harapan Indonesia menggapai prestasi di tanah sendiri pun diungkap oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pada "Rapat Koordinasi Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Persiapan Asian Games 2018" di Auditorium Kemenpora, Jumat (12/1/2018).
Di hadapan perwakilan 40 cabor yang hadir, Menpora meminta seluruh pengurus cabor menyatukan visi demi target prestasi di pesta olahraga 45 negara Asia yang dibuka Agustus mendatang.
"Kita harus bersatu dalam niat, visi, misi, dan tekad untuk memberikan semangat juang bagi atlet demi menyongsong Asian Games dan Asian Para Games 2018. Tak ada pilihan lain selain martabat bangsa dijunjung tinggi dengan prestasi dan prestise yang diraih dalam turnamen tersebut," ujar Imam.
Selain itu, dalam agenda yang juga dihadiri Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Chef de Mission (CdM) Indonesia Komjenpol Syafruddin, serta Wakil I Ketua Umum KONI Suwarno, Imam pun berharap dana bisa dicairkan pada 15 Januari. Proses pencairan pun diharapkan menjadi contoh dalam model pencairan anggaran yang lain.
"Kami tidak ingin molor, Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden memerintahkan bagaimana model pencairan anggaran harus berubah. Dulu kerja dulu baru honor dan akomodasi keluar, kalau sekarang Kemenpora dan Kemenkeu sudah berusaha menyiapkan agar (dana) cair dulu baru bekerja," kata Imam.
"Yang sudah MoU bisa cair tanggal 15 (Januari), terutama untuk honor atlet dan pelatih. Akomodasi dan lainnya masih butuh waktu. Semoga ini jadi hal baru bagi konsolidasi pemerintah untuk induk cabor dan KONI," sambungnya.

Ketua KONI, Menpora dan Waketum KONI

Ketua KONI, Menpora dan Waketum KONI. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Dalam kesempatan yang sama, Imam akan menunggu 19 cabor yang belum menandatangani nota kesepahaman paling lambat hari ini (12/1), jika tidak, pemerintah akan berlaku tegas agar tidak menghalangi pencairan cabor lain yang sudah.
Lebih lanjut, Imam pun berjanji akan terus memantau Pemusatan Latihan seluruh cabor yang akan bertanding. Nantinya, nama atlet bisa berubah tergantung hasil evaluasi selama tiga bulan tanpa mengubah total atlet dalam Surat Keputusan (SK).
"SK atlet berlaku promosi dan degradasi setelah ada evaluasi apa yang harus ditambah dan dikurangi. Kami akan terus melihat, memotivasi, menyemangati, dan menemani latihan para atlet kebanggaan Indonesia. Kemenpora ingin mereka bukan hanya sebagai atlet, tapi inspirasi bagi bangsa. Atlet, manajer, dan pelatih telah mengobarkan semua demi nama baik Indonesia," pungkasnya.
Di Asian Games mendatang, pemerintah sendiri berharap pada cabor bulu tangkis, pencak silat, paralayang, bridge, jetski, dayung, dan taekwondo serta cabor andalan lain seperti wushu sebagai ujung tombak perjuangan skuat Garuda dari 462 nomor event yang dipertandingkan.


SportsAsian GamesKemenporaJusuf Kalla

500

Baca Lainnya




}