Pencarian populer

MotoGP Malaysia: Dua Hari di Paddock LCR Honda

Suasana di Paddock LCR Honda. (Foto: Anju Christian/kumparan)

Bersama tiga jurnalis lain asal Indonesia plus tamu undangan Castrol, kumparanSPORT mendapatkan kesempatan memasuki paddock LCR Honda. Bukan kesempatan biasa karena kami boleh mengintip isi 'dapur' timnya Cal Crutchlow tersebut saat rangkaian MotoGP Malaysia 2018 digelar di Sirkuit Internasional Sepang.

Kedatangan pertama kami pada Sabtu (3/11/2018) siang, tepat sebelum sesi kualifikasi MotoGP berlangsung. Di depan paddock, Lucio Cecchinello sebagai pemilik LCR sudah menanti. Pria kelahiran Venice, Italia, ini menyempatkan diri untuk berfoto dengan para tamu.

Kemudian, datanglah sosok lebih tinggi. Namanya Fabio Mazzoni. Dia merupakan manajer tim dan menjadi orang yang paling aktif memberikan instruksi di paddock, termasuk juga kepada tamu.

"Ingat, jangan ambil video, ya," kata Mazzoni sambil menunjukkan bagian belakang ID Card, yang menunjukkan ada gambar kamera video dicoret.

"Tapi, kalau sekadar mengambil foto, tidak apa-apa 'kan?"

Menjawab pertanyaan tersebut, Mazzoni agak berkelakar. "Ya, tidak apa-apa kalau cuma sampai 1.000 foto. Lebih dari itu, Anda harus membayarkan uang yang banyak kepada saya," katanya yang direspons tawa para undangan.

Suasana di Paddock LCR Honda. (Foto: Anju Christian/kumparan)

Setelah sesi foto dan kelakarnya usai, Mazzoni menuntun kami memasuki paddock melalui sebuah lorong. Di bagian awal lorong terdapat pintu ke ruangan khusus dua pebalap mereka, Stefan Bradl --pengganti Cal Crutchlow untuk dua seri terakhir musim 2018-- dan Takaaki Nakagami.

Masuk lebih dalam sedikit berjejer banyak ban Michelin dilapisi plastik hitam. Kemudian, kami mengambil jalur belok ke kanan sedikit, lalu ke kiri. Tibalah kami di paddock.

Paddock LCR terletak di sebelah Repsol Honda. Ya, begitulah karena biasanya tim pabrikan dan satelit berdampingan dalam rangkaian balapan.

Melihat sisi kiri, ada dua motor dengan warna hijau khas Castrol dengan nomor 6. Motor ini bakal digunakan oleh Bradl untuk sesi kualifikasi. Sementara di sebelah kiri merupakan tempat motor Nakagami. Bukan hijau, melainkan merah dan putih karena motor pebalap Jepang ini disponsori oleh produsen oli negara asalnya.

Sudah tentu motor Nakagami dan Bradl berada di area cukup bersih. Jangan berharap melihat ada tetesan oli seperti kalau Anda melakukan perawatan motor di bengkel.

Menunggu sesaat, keluarlah Bradl. Dia langsung menduduki kursi motornya, lalu secepat kilat keluar paddock untuk memasuki lintasan. Saking cepatnya, Adrian Junaidar selaku Marketing Manager Castrol Indonesia sempat takjub.

"Wah, tidak perlu distarter yang kalau MotoGP," ucap Adrian.

"Iya, Mas. Kalau starter dulu, habis catatan waktu kalau mau jalan setelah motor terpeleset," ujar salah seorang tamu menyahut.

Suasana di Paddock LCR Honda. (Foto: Anju Christian/kumparan)

Nah, selepas itu, kru LCR tak lagi bisa diganggu. Terutama Lucio dan Mazzoni yang terus menatap layar. Telinganya juga ditutup headphone untuk berkomunikasi dengan Bradl dan Nakagami yang tengah mengejar catatan waktu terbaik di lintasan.

Bukan harinya LCR saat itu. Karena performa motor Bradl dan Nakagami menurun drastis saat hujan mengguyur Sepang. Di kualfikasi pertama, keduanya gagal menembus dua besar sehingga tak berhak mengikuti kualifikasi kedua untuk memperebutkan barisan depan.

Sabtu bukanlah satu-satunya kunjungan ke paddock LCR. Minggu (4/11), menjelang sesi balapan MotoGP, kami kembali disambut oleh Mazzoni. Kali ini, ruang gerak lebih leluasa karena Mazzoni menambahkan ID kami dengan besi bertuliskan 'grid'. Dengan begitu, kami tak lagi terkurung di dalam paddock, tetapi bisa memasuki pit lane dan bahkan lintasan.

Lebih spesial lagi karena kami bisa mencapai starting grid para pebalap. Di seri MotoGP Malaysia, Johann Zarco (Yamaha Tech3) menempati pole position dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) memulai dari tempat kedua.

Suasana di Paddock LCR Honda. (Foto: Anju Christian/kumparan)

Untuk menuju ke sana, kami berjalan dengan salah satu staf LCR yang mendorong sebuah boks untuk motor Bradl. Kami turut melintasi paddock tim yang mengusung mesin Desmosedici, dari Ducati, Aima Pramac, Angel Nieto, serta Reale Avintia Racing.

Setelah mengambil gambar di starting grid, kami kembali ke paddock. Kali ini, kami diburu waktu karena Mazzoni dan Cecchinello harus bekerja memantau dua pebalapnya di balapan.

kumparanSPORT sempat mengangkat kamera untuk mengambil gambar, kemudian Mazzoni mengatakan, "Hei, Anda mau diminta membayar? Sudah lebih dari 1.000 gambar 'kan?"

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23