Pencarian populer

Nadal: Djokovic Tampil Lebih Baik, Saya Tak Bisa Mengeluh

Rafael Nadal tembus final Australia Terbuka 2019. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)

Final Australia Terbuka 2019 tidak menjadi malamnya Rafael Nadal. Laga puncak tunggal putra yang digelar pada Minggu (29/1/2019) tidak cuma tentang kemenangan Novak Djokovic, tapi juga matinya permainan Nadal.

Ungkapan bahwa Nadal tidak bertanding seperti Nadal tidak berlebihan. Di set pertama saja, Djokovic sempat membukukan keunggulan 3-0. Bahkan dalam keunggulan 3-0 itu, Nadal hanya sekali mendapat poin, tepatnya di gim kedua, lewat forehand winner-nya.

Beruntung karena pada akhirnya ada tiga gim yang berhasil dimenangi Nadal di sepanjang set pertama. Situasi tidak berubah di set kedua. Nadal tetap kesulitan menemukan ritme permainan yang dapat mematikan langkah Djokovic. Sementara, Djokovic begitu leluasa menggiring Nadal masuk dalam permainannya.

Nadal sebenarnya berkali-kali memaksa laga berlangsung dalam permainan reli panjang. Namun, Djokovic tak kehilangan kedinamisannya. Pukulan dengan variasi arah yang memaksa Djokovic untuk berlari dari sudut kiri ke kanan lapangan diladeni dengan piawai. Terlebih, Djokovic bermain lebih rileks dan lepas ketimbang Nadal.

Jika ada satu manuver yang benar-benar mengingatkan penonton seperti apa kualitas Nadal, itu muncul saat ia memimpin tipis 40-30 di gim kelima. Ketika itu, Djokovic melepaskan pukulan dari area baseline yang menyasar depan net Nadal. Kebanyakan orang tadinya menyangka Nadal akan terlambat menyambar bola tersebut. Ternyata, ia berlari ke arah net dan melesakkan pukulan backhand yang mengarah ke ujung kiri bidang permainan Djokovic.

Djokovic salah memprediksi arah bola. Dari gesture-nya, Djokovic tampak mengira bahwa bola tersebut akan melesat ke area tengah baseline. Di momen tersebut Djokovic juga sudah terlanjur mengambil posisi di tengah baseline. Alhasil, pergerakannya jadi terlambat waktu ia hendak mengejar bola tadi. Bahkan Djokovic sempat sedikit terpeleset sebelum akhirnya bola dinyatakan masuk alias winner bagi Nadal.

Novak Djokovic di final Australia Terbuka 2019. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

"Pada kenyataannya, ia (Djokovic) bermain sangat baik. Ia melakukan manuver-manuver hebat yang menyulitkan saya. Pergerakannya sungguh luar biasa. Pengembaliannya juga fantastis, apalagi ia bergerak dengan super cepat," jelas Nadal, dikutip dari laman resmi Australia Terbuka.

"Saya sangat percaya bahwa ia berlatih sangat keras sebelum turnamen. Dari pukulan-pukulannya, saya merasa bahwa ia menyerang secara konstan dan intens. Akibatnya, saya harus bertahan melulu," ucap Nadal.

Agresivitas Djokovic ditunjukkan dari torehan winner dan ace yang ia buat. Perbandingannya, Djokovic membuat 31 winner dan delapan ace, sementara Nadal mencetak 21 winner dan tiga ace. Djokovic juga berhasil memenangi 40 dari 50 servis pertama, sedangkan Nadal cuma 47 dari 73 servis awal.

Keunggulan pun ditorehkan Djokovic menyoal servis kedua. Dari 19 percobaan, ia memenangi 16 servis awal. Sementara, dari 26 percobaan servis kedua, Nadal cuma sanggup memenangi 16. Matinya permainan Nadal juga ditunjukkan dari 28 unforced error yang ia ciptakan di sepanjang laga. Bandingkan dengan Djokovic yang cuma membuat sembilan unforced error.

"Saya tidak mampu menekannya, dan itu terjadi berulang kali. Novak (Djokovic) bermain lebih baik daripada saya malam ini. Ya, beginilah tenis. Semua bisa bicara banyak, tapi saat ada pemain yang tampil lebih baik, kamu tidak bisa mengeluh. Satu-satunya hal yang bisa kamu katakan adalah ucapan selamat kepada lawanmu, well done," ujar Nadal.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23