kumparan
28 Agu 2019 14:33 WIB

PBSI Padukan Atlet Senior dan Junior di SEA Games 2019

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (ketiga kanan) dan Hendra Setiawan (ketiga kanan) saat penyambutan Juara Kejuaran Dunia 2019 di Terminal Kedatangan Internasional 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
SEA Games 2019 sudah di depan mata. Sejumlah cabang olahraga di Indonesia mulai mempersiapkan diri, tak terkecuali bulu tangkis, demi menyambut pesta olahraga se-Asia Tenggara yang dihelat pada 30 November hingga 11 Desember 2019 di Filipina.
ADVERTISEMENT
Mengingat capaian masa lalu, bulu tangkis berhasil mempersembahkan enam medali bagi Indonesia di SEA Games 2017. Bila dirinci, torehan itu berupa dua emas dan empat perunggu.
Rekam jejak tersebut membuat bulu tangkis kembali menjadi cabor unggulan bagi Indonesia di SEA Games 2019. Sekjen PBSI, Achmad Budiharto, menyebut bahwa skuat Tanah Air yang berlaga di Filipina merupakan gabungan antara pemain senior dan junior.
"Long list untuk atlet SEA Games 2019 sudah masuk. Di situ masih ada campuran senior dan junior, tapi di long list terakhir kita tahu nama Marcus/Kevin sudah tidak ada," ujar Achmad saat diwawancarai di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (27/8/2019).
Chef de Mission Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2019, Achmad Budiharto. Foto: Sandy Firdaus/kumparan
"Yang ada (masuk long list) adalah Hendra/Ahsan, Fajar/Rian, Wahyu (Nayaka)/Ade (Yusuf), dan pemain-pemain muda lainnya. Ada juga nama Daniel (Marthin)/Leo (Rolly Carnando). Saya kira kami punya misi untuk regenerasi tim. Ya, kami coba lakukan itu dengan segala konsekuensinya," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Achmad juga menyebut bahwa Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, serta Firman Abdul Kholik masuk long list atlet untuk SEA Games 2019.
"Nanti dari entry by name baru kami akan tahu (siapa atlet yang akan main di SEA Games 2019)," ujar Achmad.
Jonatan Christie di ajang Kejuaraan Dunia BWF 2019. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Meski memadukan pemain senior dan junior, PBSI tak melupakan ekspektasi publik. Dengan kualitas yang ada plus status Ahsan/Hendra sebagai kampiun All England dan Juara Dunia 2019, medali emas diplot sebagai target utama. Berangkat dari situ Achmad menegaskan bahwa PBSI tak sembrono meracik skuat.
"Dilemanya memang adalah negara tetap butuh kemenangan. Jadi, kami atur supaya ada keseimbangan tim senior dan junior. Target seperti biasa, tetap diminta jadi juara umum, jadi kami akan berusaha. Kami sendiri tak pernah targetkan pemain, tapi kami kondisikan mereka agar tampil maksimal," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan