Pencarian populer

Pesan Legenda PB Djarum untuk Atlet Milenial: Jangan Cepat Puas!

28 atlet legenda PB Djarum mendapat apresiasi dalam perayaan HUT PB Djarum ke-50 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (28/4). Foto: Dok. Istimewa

PB Djarum Kudus menjadi salah satu klub bulu tangkis andalan Indonesia. Genap berusia 50 tahun pada 28 April 2019, klub bulu tangkis yang berdiri pada 1969 ini sudah melahirkan banyak generasi emas.

Dimulai dari Liem Swie King ke Hariyanto Arbi, dari Christian Hadinata hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo. Selama setengah abad itu, PB Djarum menjaga konsistensinya sebagai klub penyumbang gelar terbanyak bagi Indonesia di All England.

Selain itu, ada dua emas Olimpiade yang didapatkan lewat pencapaian Alan Budi Kusuma di 1992 serta Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada Olimpiade 2016 Brasil.

Jika prestasi bisa selalu dijaga dari generasi ke generasi, pekerjaan rumah yang dijaga adalah motivasi untuk itu. Selama hampir setengah abad PB Djarum membina atletnya, perubahan zaman tentunya turut menyertai.

Bertepatan dengan HUT PB Djarum ke-50 yang dirayakan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Minggu 28 April 2019. Para legenda bulu tangkis, mulai dari Alan Budi Kusuma, yang kini masih aktif bergelut di dunia tepak bulu dengan Alan Susy Technology (Astec)--memberi pesan kepada atlet muda.

Menurut suami Susy Susanti itu, perubahan mendasar dari generasinya dan' zaman now' adalah fasilitas. "Perubahan luar biasa, fasilitas saat ini sudah wah. Maka diharapkan pemain sekarang prestasinya lebih baik," kata Alan.

"Tentu harus fokus, kerja keras, dan disiplin. Kekalahan pasti terjadi, tapi kita tidak boleh kalah, artinya bangkit dan introspeksi karena persaingan saat ini luar biasa. Sekarang kekuatan hampir merata sehingga tantangan lebih berat," imbuhnya.

Aksi Jonatan Christie di Singapura Terbuka 2019 BWF Super 500. Foto: Dok. PBSI

Kepada pebulu tangkis, khususnya dari sektor tunggal putra nasional yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, Alan berharap mereka bisa menyegel prestasi di Kejuaraan Dunia dan All England sebagai 'uji coba' Olimpiade 2020.

Dari Fung Permadi, pesan yang dititipkan kepada generasi pebulu tangkis zaman now adalah soal menjaga motivasi. Hingga nantinya saat ulang tahun PB Djarum ke-60, 80, bahkan mungkin 100, Fung yakin prestasi generasi tua sudah dilampaui.

"Saya optimis dengan itu. Kita sudah punya dasar yang kuat dengan tingginya animo adik-adik usia dini untuk main bulu tangkis. Ini modal sangat baik jadi klub bisa menentukan pilihan dengan tersedianya peminat bulu tangkis usia muda," ucap Fung.

"Harapan saya mestinya melampaui. Kalau 30-50 tahun (PB Djarum) masih eksis, prestasi saya harapkan lebih baik karena sekarang pertandingan banyak, fasilitas makin baik, kualitas SDM juga makin baik. Saya optimis prestasi prestasi kami terlampaui," ujar Manajer PB Djarum ini.

Christian Hadinata, sosok legendaris di bulu tangkis Indonesia. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan

Terakhir, ada pesan dari legenda sesungguhnya yakni Christian Hadinata. "Jangan cepat puas," pinta sosok kelahiran 11 Desember 1949 ini. Apalagi, kata Koh Chris --sapaan akrabnya, atlet sekarang khususnya di PB Djarum sangat terbantu dengan berbagai fasilitas mumpuni.

"Dengan fasilitas yang ada di Kudus itu luar biasa, semua jangan membuat kita lengah. Dengan fasilitas luar biasa justru harus menjadi motivasi untuk raih prestasi yang luar biasa juga," ujar Koh Chris.

"Nah, kalau sudah dapat prestasi, kembali lagi, jangan cepat puas. Juara minggu ini, besok sudah bukan juara, tapi mantan juara. Pertandingan berikutnya, nol lagi, harus juara lagi," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63