kumparan
31 Jan 2019 16:56 WIB

Pesan Tontowi untuk Hafiz/Gloria: Jangan Gampang Menyerah

Tontowi/Liliyana usai kalahkan Hafiz/Gloria di babak kedua Indonesia Masters 2019. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Pensiunnya Liliyana Natsir alias Butet ikut mengakhiri era 'Owi/Butet', julukan yang disematkan kepada ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Padahal, mereka (sejauh ini) masih dan tetap menjadi salah satu pasangan terbaik dunia kebanggaan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hingga Butet pensiun di Indonesia Masters 2019 pada Minggu 27 Januari lalu, Owi/Butet cukup kuat bertengger di peringkat empat dunia sekaligus peringkat terbaik bagi wakil Indonesia di sektor ganda campuran. Kini, dipastikan tak ada lagi Owi/Butet yang siap menjadi andalan Tanah Air.
Owi memang masih aktif berkarier. Namun, bersama pasangan barunya, Winny Oktavina Kandow, prestasi bukanlah target dalam debut mereka. Alih-alih, yang jadi ujung tombak ganda campuran saat ini adalah pelapis Owi/Butet, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.
Kedua ganda sama-sama masuk dalam Surat Keputusan Atlet Pelatnas Prioritas, yakni status bagi para pemain yang diusung menuju Olimpiade 2020 di Tokyo dan memulai kualifikasinya pada 2019. Di atas kertas dan jam terbang, Hafiz/Gloria lebih tepat disebut penerus Owi/Butet dari segi rangking --meski hanya terpaut satu peringkat dari Praveen/Melati hingga pekan kelima 2019.
ADVERTISEMENT
Namun, Owi merasa Hafiz/Gloria masih harus banyak belajar, termasuk belajar bangkit dari kekalahan. Owi/Butet sendiri sempat melawan Hafiz/Gloria di babak kedua Indonesia Masters 2019. Saat itu, Hafiz/Gloria kalah telak 16-21, 12-21.
Tontowi Ahmaddan Liliyana Natsir. (Foto: Dok. PBSI)
"Masukan buat Hafiz/Gloria, coba terus, jangan gampang menyerah, jangan gampang down. Maksudnya hasil kemarin kalah sama teman sendiri, teman satu latihan, ya, wajar. Tapi jangan gampang down karena mereka 'kan sekarang sudah jadi prioritas, punya tanggung jawab. Jadi latihan dan tanding tidak boleh asal," ujar Owi saat ditemui di Pelatnas Cipayung.
"Dia (Hafiz/Gloria) sekarang prioritas, jadi harus tunjukan bahwa dia mampu. Jangan jadi prioritas tapi justru besar kepala, bukan itu, jadi priortias itu harus tanggung jawab, harus latihan keras, bukan jadi gaya-gayaan. Mereka harus membuktikan, mana buktinya? Kalau dia sudah juara Olimpiade, dunia baru boleh ini gue (unjuk diri, red)," imbuh peraih emas Olimpiade 2016 ini.
ADVERTISEMENT
Owi sendiri merengkuh emasnya bersama Butet di Olimpiade Brasil. Jauh sebelum itu, kerja keras mereka sudah menelurkan hattrick gelar All England pada 2012, 2013, dan 2014, serta juara dunia 2013. Usai Olimpiade, Owi/Butet masih mampu jadi juara dunia di 2017, dan teranyar menyegel gelar bergengsi Indonesia Open 2018 Super 1000.
Pemain asal Banyumas ini pun berpesan kepada Hafiz/Gloria agar memaknai SK Prioritas sebagai sebuah tanggung jawab untuk mempersembahkan prestasi. Owi bahkan menyebut tak ada lagi ganda campuran kawakan selain Owi/Butet di pelatnas menyebabkan SK Prioritas saat ini didapat dengan mudah oleh para juniornya.
"Mereka prioritasnya karena memang tidak ada pemain, beda dengan saya dulu yang prioritasnya karena bersaing. Jadi untuk Hafiz/Gloria, dan Praveen juga, semangat. Jangan mentang-mentang priortias lalu gaya-gayaan, asal-asalan, latihan sendiri, jangan seperti itu," tegas Owi.
ADVERTISEMENT
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di babak grup BWF World Tour Finals 2018. (Foto: Dok. PBSI)
"Mereka harusnya bisa membuktikan bahwa jadi prioritas harus bisa. Malulah kalau tidak. Saya saja yang bukan prioritas mau nunjukin, apalagi mereka sudah dipilih PBSI," katanya mengakhiri.
Hafiz/Gloria sendiri cukup buruk memulai musim 2019 mereka. Sebelum dikalahkan Owi/Butet di Indonesia Masters 2019, ganda peringkat 14 dunia ini kalah dua gim langsung 14-21 dan 22-24 dari Praveen/Melati di peringkat 15 dunia pada Malaysia Masters 2019, juga di babak kedua.
Tahun lalu, Hafiz/Gloria mengamankan satu gelar di Thailand Terbuka 2018 Super 500. Sementara Praveen/Melati baru berpasangan di awal 2018, saat Praveen dipecah dari pasangan lamanya, Debby Susanto.
Penerus Owi/Butet sendiri saat ini menghadapi momok ganda campuran, pasangan terbaik dunia asal China bernama Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Juara dunia 2018 dunia itu jugalah yang menutup karier Butet dengan kekalahan di final Indonesia Masters 2019.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan