Pencarian populer

Petrucci dan Kemenangan Pertamanya untuk Dovizioso

Danilo Petrucci memeluk Andrea Dovizioso usai menang di GP Italia 2019. Foto: Dok. Ducati Motor

Danilo Petrucci merayakan kemenangan pertamanya di MotoGP dengan penuh haru. Rider Italia ini finis tercepat di GP Italia 2019, di tanah airnya, bersama tim pabrikan Ducati yang begitu dipujanya.

Tiba di parc ferme untuk memarkir Desmosedici nomor 9 andalannya, Petrux --begitu Petrucci disapa-- juga masih berurai air mata. Rider anyar Mission Winnow Ducati musim 2019 ini berjongkok dengan ekspresi haru di belakang plakat nomor '1', yang didapatnya usai mengalahkan Marc Marquez pada race Minggu (2/6/2019).

Well, di balik tubuh tinggi dan besarnya, Petrucci adalah junior dan seorang anak baru di skuat pabrikan Ducati. Ia butuh sosok yang mengayomi dan membimbingnya.

Ekspresi Danilo Petrucci usai memenangi seri balapan MotoGP pertama dalam kariernya. Foto: REUTERS/Rafael Marrodan

Di sanalah Andrea Dovizioso sebagai senior juga teman berperan. Ia ikut andil dalam kemenangan pertama Petrucci di balap motor kelas tertinggi.

"Saya ingin mendedikasikan kemenangan pertama untuk Andrea, yang telah mengadopsi saya seperti adiknya sendiri. Anak yang sangat besar!" ucap Petrucci seperti dikutip dari Crash.

CEO Ducati, Claudio Domenicali, juga setuju dengan pernyataan Petrucci. Menurut Domenicali, Dovizioso punya kredit atas kemenangan itu. "Dia yang pertama menyoroti potensi Danilo juga bekerja sama dengannya," ujar Domenicali.

Petrucci pun berujar telah mencapai target menang bersama Ducati di GP Italia. Meski begitu, rider kelahiran 24 Oktober 1990 ini tahu prioritas Mission Winnow Ducati adalah mewujudkan target juara Dovizioso yang berstatus rider utama.

"Sejak awal musim, kami punya dua target berbeda. Saya ingin kemenangan pertama, kemudian kami (tim) mengantarkan Andrea juara," ujar Petrucci.

"Saya meminta maaf karena dia kehilangan poin. Tapi, saya betul-betul ingin menang. Saya akan melakukan segalanya untuk mencapai target itu," imbuhnya.

Di balik rasa bersalah karena mengurangi tambahan poin Dovi di klasemen, Petrucci berujar dirinya lebih punya kesempatan untuk memenangi GP Italia 2019 ketimbang Dovi. Meski start dari posisi tiga tepat di belakang Dovi, Petrucci bisa mengambil alih balapan sejak Lap 11 dan bertahan di posisi terdepan hingga finis.

Sementara Dovi kehilangan posisi dua karena Marquez di pengujung race. Yang pasti, torehan keduanya sukses mengantarkan Mission Winnow Ducati jadi tim tersukses dengan dua rider di Top 5 hingga seri keenam.

"Berikutnya, saya akan memikirkan kejuaraan. Saya rasa kami tim terbaik di MotoGP, poin yang bicara. Jadi kami akan bekerja sama untuk menjadi yang terbaik di akhir tahun," kata Petrucci.

Saat ini, Andrea Dovizioso berada di posisi dua klasemen sementara MotoGP 2019 dengan 103 poin, sementara Danilo Petrucci punya 82 poin di posisi empat.

Gabungan poin kedua rider dan Michele Pirro --pebalap penguji-- mampu mengantarkan Mission Winnow Ducati jadi pemuncak klasemen tim dengan 194 poin.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32