kumparan
4 Jun 2018 6:08 WIB

Raih Kemenangan Perdana bersama Ducati, Masa Depan Lorenzo Belum Pasti

Lorenzo rayakan kemenangan perdana. (Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)
Keyakinan Jorge Lorenzo bakal tampil apik di Sirkuit Mugello akhirnya terwujud. Membalap pada seri keenam di Grand Prix (GP) Italia, Minggu (3/6/2018) malam WIB, Lorenzo berhasil merengkuh podium pertama.
ADVERTISEMENT
Meski tidak memulai balapan dari posisi pertama, Lorenzo yang start dari posisi kedua mampu tampil menawan dan langsung mengambil posisi terdepan sejak lap pertama. Meski terus ditempel ketat oleh Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso, laju kencang motor Lorenzo sepanjang 23 putaran tak terbendung.
Lorenzo yang sangat mendominasi akhirnya melewati garis finis dengan keunggulan 6,370 detik dari Dovizioso di posisi dua. Bagi Lorenzo, podium pertama di Mugello menjadi kemenangan perdananya bersama Tim Ducati sejak bergabung pada 2017 lalu.
Tak pelak torehan sempurna ini membuat Lorenzo begitu puas. Lebih lanjut, pebalap berjuluk X-Fuera tersebut menyebut kemenangan ini sebagai jawaban atas segala kritik yang dilontarkan padanya. Sebelum menang di Italia, performa Lorenzo memang angin-anginan dan tanpa kemenangan di 23 balapan.
ADVERTISEMENT
"Saya mendapat banyak kritikan dalam satu setengah tahun terakhir. Akhirnya saya sampai pada mimpi ini dan saya mendapatkannya dengan determinasi. Saya akhirnya mendapat kepercayaan diri dan apa yang saya katakan akhirnya terwujud dengan meraih kemenangan perdana bersama Ducati," kata Lorenzo.
"Menang di Mugello bersama Ducati adalah sebuah mimpi, ini sangat spesial. Apalagi setelah melewati banyak balapan di MotoGP tanpa kemenangan. Kemudian banyak kritik datang, orang-orang bilang Anda tidak akan menang dengan motor ini dan akhirnya saya bisa membuktikannya. Ini luar biasa dan jadi bukti bagaimana determinasi dan saya tidak pernah menyerah," tambahnya dilansir Crash.
Sebagai pebalap dengan koleksi tiga gelar juara dunia MotoGP, kemenangan jelas membuat kepercayaan diri Lorenzo kembali. Namun, pria berusia 31 tahun itu mengisyaratkan bahwa kemenangan ini belum cukup kuat untuk menjaminnya tetap bertahan di Ducati.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, memang mengabarkan masa depan Lorenzo bakal ditentukan setelah GP Italia rampung. Hasil yang ditorehkan sang pebalap akan menjadi acuan. Tetapi, Lorenzo menilai kebangkitannya bersama Ducati sudah terlalu terlambat dan pintu keluar dari Ducati tetap terbuka lebar.
"Tidak banyak orang yang percaya pada saya. Beberapa orang bilang saya banyak beralasan, tapi saya akan mengakui bahwa saya salah jika melakukan kesalahan. Tapi, ketika saya membutuhkan sesuatu, sebetulnya itu benar adanya. Dan saya membuktikan itu lagi."
"Ketika Ducati akhirnya memodifikasi motor saya (dengan desain fuel tank baru) saya bisa menang. Tapi, masa depan saya tidak akan berubah meski dengan kemenangan ini. Di satu sisi saya senang, karena ini adalah salah satu balapan dan kemenangan terbaik. Di lain sisi saya sedih, jika modifikasi ini dilakukan lebih cepat, saya mungkin bisa meraih lebih banyak podium dan kemenangan," pungkas Lorenzo.
ADVERTISEMENT
Kini, posisi Lorenzo terangkat ke posisi 10 klasemen pebalap dengan koleksi 41 poin. Kendati masa depannya di Ducati lebih condong tak berlanjut, momentum kemenangan perdana ini bisa dilanjutkan Lorenzo untuk membuktikan bahwa ia belum habis di balapan MotoGP.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan