kumparan
10 Jul 2019 5:04 WIB

Renang hingga Atletik, Andalan Indonesia di ASEAN School Games 2019

Ahmad Arsani (ketiga kiri) selaku Komandan Pelatnas Indonesia untuk ASEAN School Games 2019 tengah memberi arahan kepada para atlet. Foto: Aditia Nugraha/kumparan
Gelaran ASEAN School Games 2019 tinggal menghitung hari sebelum dimulai pada 17 Juli mendatang. Indonesia selaku tuan rumah terus mematangkan kesiapan venue dan atlet untuk mentas di pesta olahraga pelajar se-Asia Tenggara ini.
ADVERTISEMENT
Dengan momentum sebagai penyelenggara, hasrat Indonesia tak cuma sebatas sukses menjadi tuan rumah, tetapi juga ada ambisi untuk mengulang memori empat tahun silam saat keluar sebagai juara umum ASEAN School Games 2015.
Pemerintah, lewat Ahmad Arsani selaku Plt Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora, sebelumnya memaparkan bahwa merebut minimal 38 medali emas adalah langkah untuk mewujudkan target tersebut.
Tuntutan jumlah medali emas ini diyakini Chef de Mission Kontingen Indonesia, Yayan Rubaeni, bisa terwujud. Pasalnya, ia menyebut bahwa ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang bisa menjadi ujung tombak kontingen ‘Merah Putih’ mendulang emas, salah duanya adalah renang dan atletik.
Pelatih atletik Indonesia di ASEAN School Games 2019, Fadlin Ahmad. Foto: Aditia Nugraha/kumparan
“Andalan kita yang paling utama adalah renang. Saya sudah komunikasi dengan staf pelatihnya dan dengan mempertimbangkan kekuatan lawan-lawan, kami optimistis bisa meraih 12-14 medali emas. Kita juga bertumpu pada cabor atletik. Setidaknya ada 8 emas yang bisa didapatkan,” ujar Yayan.
ADVERTISEMENT
Pencak silat yang khusus dipilih oleh Indonesia ASEAN School Games Organizing Committee alias panitia penyelenggara sebagai hak istimewa tuan rumah juga diprediksi Yayan bisa jadi ladang emas.
“Kita juga bisa mengandalkan cabor pencak silat. Dari 10 nomor yang dipertandingkan nanti, kami yakin bisa meraih 5-6 emas,” jelasnya saat mengujungi pelatnas atletik di lintasan lari GOR Tri Lomba Juang, Semarang, Selasa (9/7/2019).
Sementara dari cabor beregu, Yayan tak banyak menaruh ekspektasi. Meski demikian, ada voli dan basket putri, serta tenis nomor tunggal putri dan ganda putri, yang disebut berpotensi menyumbangkan emas.
Skuat Timnas Basket Putri Indonesia di ASEAN School Games 2019. Foto: Aditia Nugraha/kumparan
Kemudian, target emas bulu tangkis dikurangi karena pemain yang diturunkan adalah skuat pelapis. Hal ini disebabkan karena fokus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tengah terbagi dengan Kejuaraan Junior Bulu Tangkis Asia 2019 yang berlangsung pada 20-28 Juli di China.
ADVERTISEMENT
“Bulu tangkis awalnya diharapkan bisa menyumbang 4 emas, tapi setelah koordinasi dengan PBSI, para pemain terbaik di tingkat junior kita akan bermain di kejuaraan junior Asia, sehingga mereka difokuskan untuk ikut ke sana,” imbuhnya.
“Meskipun statusnya sebagai pelapis dan secara peringkat lebih bawah (dari yang berangkat ke kejuaraan dunia junior), kami masih optimistis setidaknya ada dua emas yang bisa diraih di cabor bulu tangkis,” pungkas Yayan.
ASEAN School Games 2019 diikuti oleh 10 negara dalam 117 nomor pertandingan dari atletik (38 nomor), renang (41), bulu tangkis (7), basket (2), voli (2), sepak takraw (3), tenis (7), tenis meja (7), dan pencak silat (10).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·