kumparan
8 Apr 2019 14:39 WIB

Repsol Honda Tuntut Lorenzo untuk Biasakan Diri dengan RC213V

Jorge Lorenzo bersama Tim Repsol Honda di musim 2019. Foto: Dok. Box Repsol
Hingga dua seri berjalan, Jorge Lorenzo belum membuktikan tajinya bersama RC213V andalan Honda, motor barunya sejak bergabung dengan Repsol Honda musim ini.
ADVERTISEMENT
Pada seri pembuka MotoGP 2019 di Qatar, Lorenzo finis posisi 13. Berikutnya di GP Argentina, rider Spanyol ini lebih baik, tapi hanya naik satu peringkat dengan finis posisi 12.
Tentunya itu semua belum cukup menjawab ekspektasi publik dan timnya sendiri terhadap juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 ini.
Apalagi, Lorenzo sendiri yang bilang bahwa ukuran motor Honda yang lebih kecil cocok baginya ketimbang Desmosedici Ducati.
Meski begitu, rekan setim Lorenzo sekaligus senior di Repsol Honda, Marc Marquez, jadi bagian di antara orang-orang yang mendukungnya.
"Jorge mungkin masih kesulitan beradaptasi, tapi satu yang selalu sama adalah talentanya. Pada akhirnya, dia akan mampu melaju cepat, saya yakin itu," ucap Marquez seperti dikutip dari situsweb MotoGP.
ADVERTISEMENT
Marc Marquez dan Jorge Lorenzo jadi rekan setim mulai GP 2019. Foto: Dok. Box Repsol
Sementara, dilansir Motorsport dari acara yang sama, Marquez mengakui timnya memang tidak mengantisipasi hasil buruk Lorenzo di awal musim.
Marquez yakin Lorenzo bakal segera akur dengan RC213V 99-nya, meski ia tidak berani menjamin kapan hal itu terjadi.
"Saya tak tahu. Faktanya adalah Jorge adalah pebalap yang unik. Dia sangat teliti akan hal-hal kecil. Dia suka semuanya berada di tempat yang tepat, dan ketika itu terjadi, dia akan cepat," kata Marquez.
"Tapi saya yakin dia akan melaju cepat. Saat ini memang proses belajarnya lebih sulit dari yang Honda bayangkan," imbuh juara dunia 2018 ini.
Jorge Lorenzo jelang balapan di Argentina. Foto: Dok. Box Repsol
Well, jika Marquez optimistis terhadap perkembangan sang 'junior', Manajer Tim, Alberto Puig, lebih keras terhadap Jorge Lorenzo.
ADVERTISEMENT
Meski Lorenzo tidak maksimal melakoni tes pramusim 2019 karena pemulihan cedera, Puig meminta agar rider berusia 31 tahun ini segera menyudahi fase adaptasi bersama RC213V dan mampu membiasakan diri dengan motor barunya.
"Bersama Jorge, rencana di Argentina adalah start dengan bagus dan mencoba menyegel kecepatan. Tapi dia bermasalah dan merusak rencana," ujar Puig kepada Motorsport.
"Dalam kasus Jorge, kami paham awal musim pastinya tidak mudah, tapi kami berharap dan punya ekspektasi dia bisa segera terbiasa dengan motor (Honda) dan berjuang untuk posisi top," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan