kumparan
15 Mar 2019 20:14 WIB

Rionny Datang, Tunggal Putri Diharapkan Lebih Disiplin dan Tegas

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat beraksi di All England 2019, di Arena Birmingham, Inggris. Foto: ANTARA FOTO/Humas PP PBSI
Greogoria Mariska Tunjung, Fitriani, hingga Ruselli Hartawan bakal punya pelatih baru mulai 1 April 2019. Ya, sejak 2017 hingga sekarang, Gregoria dan kawan-kawan 'hanya' ditemani asisten pelatih, Minarti Timur.
ADVERTISEMENT
Kini, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah mengumumkan Rionny Frederik Lambertus Mainaky sebagai pelatih kepala sektor tunggal putri lewat rilis pada Jumat (15/3/2019).
Dalam keterangan resminya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, mengatakan pihaknya memilih Rionny karena memiliki pengalaman mumpuni sebagai pelatih di Jepang.
Selain itu, kontrak Rionny bersama Jepang yang habis di akhir Maret 2019 dianggap berjodoh sebagai momen tepat bagi kakak dari Rexy Mainaky ini untuk kembali ke Tanah Air.
Pelatih bulu tangkis kawakan asal Indonesia, Rionny Mainaky (baju biru). Foto: Dok. Twitter KBRI Tokyo
Soal masa kontraknya di Indonesia, Susy mengatakan bahwa Rionny mendapat mandat untuk jangka yang sama seperti pelatih lainnya di PBSI. "Kontrak (Rionny) sama dengan pelatih lain," ujar Susy kepada kumparanSPORT.
Dari Minarti Timur, asisten pelatih yang segera berduet dengan Rionny, pelatih disebut memiliki kontrak dengan PBSI hingga akhir tahun 2020. "Untuk dua tahun sampai 2020, bulan Desember," kata Minarti atau yang akrab disapa Cik Memey ini.
ADVERTISEMENT
Well, apa komentar Minarti sendiri soal kehadiran Rionny di skuat tunggal putri Tanah Air? Baginya, sosok Rionny dengan pengalaman melatih di berbagai sektor diharapkan bisa membawa Gregoria, Fitriani, dan pemain lain menjadi lebih tegas dan nekat.
"Buat saya, siapa pun yang jadi kepala pelatih, yang penting bisa membawa tunggal putri kita ke elite dunia. Nilai positifnya, Rionny dengan pengalaman melatih di Jepang, bisa menerapkan disiplin, kerja keras, pantang menyerah seperti yang ditunjukkan oleh pemain-pemain Jepang," ucap Minarti saat dihubungi kumparanSPORT.
Meski kalah di babak pertama All England 2019, Gregoria dan Fitriani tetap berlatih sesuai program di sisa waktu sebelum meninggalkan Inggris. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
Soal program latihan, Minarti menegaskan Rionny akan melanjutkan program yang sudah disusun PBSI. Seiring waktu, porsi latihan bisa menyesuaikan kekurangan para pemain tunggal putri Indonesia.
"Program yang lama terus berjalan, hanya ditambah saja sesuai kebutuhan. Misalnya anak-anak kurang nekat, kurang berani capek, semoga bisa dibenahi lebih disiplin dan lebih tegas. Semua nanti akan dibicarakan saat Rionny sudah di Jakarta. Saya rasa anak-anak akan bisa mengikuti," kata Minarti.
ADVERTISEMENT
Saat ditanya apakah Gregoria dan kawan-kawan akan gugup saat beradaptasi dengan pelatih, Minarti dengan yakin menjawab bahwa anak didiknya itu bisa beradaptasi dan tertantang dengan hadirnya pelatih anyar.
"Sepertinya (pemain) lebih ke excited, ya. Soalnya mereka dapat pelatih baru yang sudah lama ditunggu-tunggu. Apalagi dengan kualitas (Rionny) yang mendunia. Mereka siap tempur kayaknya," imbuhnya.
Minarti juga berharap masuknya Rionny dalam kepelatihan PBSI khususnya sebagai pelatih kepala sektor tunggal putri bisa memotivasi para pemain untuk tampil lebih berani. Siap tidak siap, Gregoria dan kawan-kawan akan digembleng sedemikian rupa dengan gaya latihan Rionny mulai April mendatang.
Tunggal putri andalan PBSI, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani, bersiap menuju sesi latihan di Arena Birmingham. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
"Mereka harus terima, mereka harus siap dengan perubahan ini. Semua untuk kebaikan atlet juga. Semoga mereka bisa lebih berani dan lebih nekat saat main. Cewek 'kan rada manja. Kalau dilatih pelatih cowok, mungkin karakternya bisa lebih tegas, lebih galak, dan mudah-mudahan bisa membuat mereka lebih berani, garang, dan nekat di lapangan," harap Minarti.
ADVERTISEMENT
Terakhir, dia kembali menegaskan bahwa target utama sektor tunggal putri PBSI adalah Olimpiade 2020. Nantinya, lanjut Minarti, debut Rionny bersama skuat tunggal putri bisa dilihat mulai Malaysia Terbuka 2-7 April mendatang.
"Kayaknya Malaysia sama Singapore Open (Rionny) mulai mendampingi. Untuk ke depannya, target kami adalah Olimpiade, jadi mau tidak mau juara dulu, kalau sudah juara rangking naik dan bisa masuk ke Olimpiade," tutupnya.
Rionny sendiri sebelumnya menjabat sebagai pelatih di Nihon Unisys pada 2009 dan masuk ke Tim Nasional Jepang sebagai pelatih ganda putra pada 2010. Pria berdarah Ternate, Maluku Utara, yang lahir pada 11 Agustus 1966 ini telah melahirkan sosok-sosok andal dari Nihon Unisys seperti Misaki Matsutomo, Nozomi Okuhara, Yuta Watanabe, hingga sukses mengantarkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda jadi andalan skuat ganda putra Jepang.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan