Pencarian populer

Selain 'Minions', Anthony dan Jojo Jadi Andalan di Indonesia Open 2019

Penampilan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di semifinal Piala Sudirman 2019. Foto: Dok. PBSI

Sebagai tuan rumah Blibi Indonesia Open 2019, Indonesia berupaya menjaga gengsi turnamen BWF World Tour Super 1000 selevel All England ini dengan menargetkan lebih dari satu gelar.

Untuk mewujudkannya, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selaku federasi para tepak bulu nasional, mengandalkan tiga sektor, yakni ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran.

Dari sektor ganda putra, skuat 'Merah-Putih' masih bertumpu kepada pasangan terbaik Indonesia juga dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Meski kehilangan empat gelar dari enam turnamen di awal musim ini, atlet-atlet lain belum bisa mengungguli Marcus/Kevin yang sudah 102 pekan memuncaki peringkat dunia hingga pekan BWF 2019 ke-24 pada 11 Juni.

Selain duo berjuluk 'Minions' itu, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan 'Jojo' Christie juga dipercaya PBSI sebagai ujung tombak sektor tunggal putra untuk melawan nama top dunia seperti Kento Momota (Jepang) dan Shi Yuqi (China).

Jonatan Christie (kiri) dan Anthony Sinisuka Ginting (kanan) berlatih jelang melawan Denmark di Piala Sudirman 2019. Foto: Dok. PBSI

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, dua pemain Tanah Air ini sudah menunjukkan kemajuan.

"Bicara target, peluang memang di ganda putra. Bicara progres, tunggal putra sudah mulai ada, meski beberapa pertandingan belum konsisten, tapi saya rasa tunggal putra bisa diandalkan," ujar Susy seperti dilansir situsweb PBSI.

Yang dimaksud adalah pencapaian final Anthony dan Jojo. Nama terakhir merengkuh gelar pertama turnamen BWF di Selandia Terbuka pada 5 Mei 2019, lantas ditambah gelar di Australia Terbuka 2019 pekan lalu.

Adapun, Anthony menjadi runner-up di Singapore Terbuka 2019 dan Australia Terbuka 2019. Selain itu, Anthony adalah juara China Terbuka 2018 Super 1000, sementara Jojo berjaya lewat emas di Asian Games 2018.

Terakhir, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mencoba tampil sebagai kuda hitam dari sektor ganda campuran, terutama dengan amunisi tambahan suporter lokal.

Praveen/Melati pastikan Indonesia lolos ke semifinal Piala Sudirman 2019. Foto: WANG Zhao / AFP

Hafiz/Gloria menjuarai Thailand Terbuka 2018 dan menjadi runner-up di Jerman Terbuka 2019. Sedangkan Praveen/Melati musim ini tiga kali berstatus runner-up, yakni di India Terbuka, Selandia Terbuka, dan Australia Terbuka 2019.

Praveen/Melati pun sempat mencuri perhatian kala menahan sengit di dua gim pertama lawan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China), pasangan nomor satu dunia, di semifinal All England 2019 meski berakhir kalah 21-13, 20-22, 13-21.

"Ganda campuran tetap ada kans. Walaupun Praveen/Melati masih belum tembus juara, mudah-mudahan dengan jadi tuan rumah, mereka jadi lebih pede, lebih semangat, lebih mau membuktikan," ucap Susy.

"Praveen/Melati, kalau lawan Zheng/Huang juga ditakuti. Lawan Yuta (Watanabe)/Arisa (Higashino) tidak pernah kalah. Praveen/Melati ini punya kelebihan, nah kelebihannya ini yang harus digunakan, jangan cuma fokus ke kelemahan yang membuat jadi ragu-ragu," imbuhnya.

Dari dua sektor lain yakni ganda putri dan tunggal putri, Susy tidak menutup kemungkinan adanya kejutan dari masing-masing wakil terbaik yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Gregoria Mariska Tunjung.

"Di Australia Open lalu, Greysia/Apriyani bisa balas Mayu (Matsumoto)/Wakana (Nagahara), kekalahan di Piala Sudirman lalu dibalas tuntas. Memang kekuatan dan ketahanan mereka harus ditambah lagi," kata Susy.

"Untuk tunggal putri, memang sektor yang paling ketinggalan, kami akui itu. Namun kami terus mengupayakan berbagai cara untuk bisa mendongkrak prestasi tunggal putri," pungkasnya.

Indonesia Open 2019 sendiri berlangsung pada 16-21 Juli mendatang di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tahun lalu, skuat Tanah Air mendapat dua gelar dari Marcus/Kevin dan ganda campuran legendaris, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57