Pencarian populer

Selaraskan Perbedaan, Kunci Korsel dan Korut Bersatu di Asian Games

Timnas Basket Putri Korea Unified di ajang Asian Games 2018. (Foto: Antarafoto/Rocky Padila)

Sejarah tercatatkan di ajang Asian Games 2018. Korea Utara dan Korea Selatan yang dikenal kerap berselisih, menggabungkan atletnya menjadi satu tim di tiga cabang olahraga (cabor), termasuk di antaranya bola basket putri.

Lantas, Hall A Gelora Bung Karno (GBK) menjadi saksi terciptanya sejarah tersebut saat tim Korea atau Unifikasi Korea melawan tuan rumah Indonesia di laga penyisihan Grup A, Rabu (15/6/2018). Di akhir pertandingan, Korea menang dengan skor 108-40.

Meski terdiri dari pemain berbeda wilayah, Korea nyatanya bisa bermain cukup solid, ini ditandai dengan jumlah assist yang mencapai 36. Koordinasi pertahanan mereka pun cukup apik dengan total melakukan 29 defensive rebound, 5 blok, dan 32 steal.

Salah satu penggawa Korea, Park Hyejin, menuturkan tidak ada kesulitan berarti yang ditemui olehnya dan rekan-rekan lain dalam membangun kerjasama, meski memang ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan. Terlebih, waktu latihan bersama jelang Asian Games 2018 hanya 14 hari.

"Waktu kami latihan memang menemukan sedikit kesulitan, soalnya waktu latihan kami pendek sekali. Tapi, karena punya kesamaan bahasa, kami tetap bisa bermain dengan baik. Kami juga makin senang dengan penggabungan ini," kata Hyejin kepada wartawan di mixed zoned Hall A GBK.

"Untuk dua budaya, kan' kita tahu Korea Selatan itu lebih ke barat-baratan, sedangkan di Korea Utara tak terlalu. Jadi Korea Utara mulai mengikuti kami (Korea Selatan), tapi kami juga menyesuaikan budaya kami. Hingga akhirnya kami sudah mulai bisa bersatu," tambah pemain berusia 28 tahun tersebut.

Park Hyejin, pemain Unifikasi Korea di ajang Asian Games 2018. (Foto: Antara/ Rocky Padila)

Adapun, pada Asian Games 2014 lalu, timnas basket putri Korea Selatan merupakan kampiunnya. Meski kini berada di tim yang berbeda, Hyejin yang berasal dari Korea Selatan optimistis, bahwa Korea akan bisa mengulang prestasi itu.

Akan tetapi, ketika ditanyai perkara hubungan kedua negara secara keseluruhan setelah bergabung di Asian Games 2018, Hyejin tak mau berkomentar. Fokusnya saat ini membawa nama Korea di ajang olahraga dan masalah politik biarlah hidup di ranahnya sendiri.

"Kalau yang begitu (relasi kedua negara), kami tak bisa jawab. Soalnya itu kan' politik. Kalau misal sekarang sudah baik, mungkin ke depannya nantiakan ada penggabungan lagi. Kalau ada kesempatan lagi," ujarnya.

"Target untuk saat ini hanya berada di Asian Games dulu, untuk dapat medali emas. Kami konsentrasi di sini dulu," pungkasnya.

Korea sendiri sudah ditunggu lawan tangguh pada laga kedua Grup A melawan Taiwan, Jumat (17/8) pukul 10:00 WIB, di Hall A GBK. Taiwan sama-sama mengoleksi dua poin dengan Korea, setelah di laga pertama mengalahkan Kazakhstan 72-42.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: