Pencarian populer

Sempat Jatuh Parah, Habib Shaleh Siap Membalap Lagi

Habib Shaleh terjatuh dari sepedanya. (Foto: Sandy Firdaus/kumparan)
Sebuah insiden terjadi di hari pertama penyelenggaraan cabang olahraga para sepeda Asian Para Games di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Senin (8/10/2018). Insiden ini melibatkan atlet asal Indonesia, Habib Shaleh.
ADVERTISEMENT
Habib adalah satu dari 10 atlet Indonesia yang turun di hari pertama pertandingan cabor para sepeda. Atlet kelahiran November 1989 tersebut turun di nomor Time Trial (C1-2) putra.
Habib kalah di nomor ini. Dengan torehan waktu 19 menit 6,99 detik, dia kalah dari atlet China (Liang Guihua dan Li Zhangyu) serta Jepang (Shota Kawamoto).
Namun, bukan itu yang membuat nama Habib menarik perhatian. Ada suatu momen ketika Habib, yang seharusnya bisa menyelesaikan balapan dengan damai, terjatuh begitu keras ke aspal. Bagaimana itu bisa terjadi?
Cerita bermula ketika Habib sudah menyelesaikan lomba. Habib, layaknya pesepeda yang lain, membawa sepedanya menjauhi garis finis yang baru dia lewati. Namun, tak jauh dari garis finis, tiba-tiba sepeda yang ditumpangi Habib oleng. Setelah oleng, sepeda yang dinaiki Habib menabrak keras pembatas jalan. Alhasil, Habib jatuh terkapar di aspal Sirkuit Internasional Sentul.
ADVERTISEMENT
Beberapa orang pun langsung menghampiri Habib, menawarkan pertolongan. Habib menolak, sampai akhirnya sang pelatih datang dan membawanya keluar dari lintasan. Tak ada teriakan berlebihan dari Habib. Malah, sesaat setelah dia jatuh, dia merebahkan diri di atas aspal.
Habib Shaleh mengalami kecelakaan saat berlomba di Asian Para Games 2018. (Foto: Sandy Firdaus/kumparan)
Menyoal insiden Habib ini, pelatih kepala para sepeda Indonesia, Puspita Mustika, menuturkan argumentasinya. Puspita menyebut bahwa insiden yang dialami oleh Habib ini berkaitan dengan klasifikasi difabel yang dimiliki oleh Habib, di mana dia masuk kategori C2.
"Sebetulnya balapan itu sudah selesai, dia sudah finis, dan waktunya sudah tercatat. Memang dia (Habib) itu klasifikasinya C2, C2 itu Celebral Palsy, jadi ada sedikit kurang di sarafnya. Jadi memang agak unik. Di para itu ada C1, C2, C3, C4, C5, yang C5 itu mendekati sempurna. Sampai yang C1 Celebral Palsy," ujar Puspita.
ADVERTISEMENT
Meski Habib jatuh parah dari sepedanya, Puspita mengungkapkan bahwa sang atlet tetap siap diturunkan untuk hari ini. Dia tetap menjadi bagian dari atlet Indonesia yang akan bertanding di hari kedua cabor para sepeda Asian Para Games 2018.
"Bisa, kok, bisa ikut. Sudah tidak ada masalah. Sudah ditangani medis. Sudah diberikan oksigen supaya normal lagi. Doakan saja," pungkas Puspita.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85