Pencarian populer

Serena Williams Akan Masuki Prancis Terbuka 2018 sebagai Non-Unggulan

Serena di Mubadala World Tennis Championship. (Foto: REUTERS/Jason Reed)

Prancis Terbuka 2018 menjadi salah satu gelaran paling bersejarah bagi Serena Williams. Untuk pertama kalinya ia menjejak di Paris tanpa label petenis unggulan. Serena memang sempat memutuskan untuk meninggalkan dunia tenis untuk sementara karena cuti hamil dan melahirkan.

Sekembalinya ke lapangan, penampilannya juga tak segera membaik. Akibatnya, ia tak bisa melangkah jauh di dua gelaran kompetitif yang diikutinya. Bila di Indian Wells Serena dikalahkan oleh kakaknya sendiri, Venus Williams, di babak keempat, maka di Miami Terbuka, Serena takluk dua set langsung dari petenis Jepang yang menjuarai Indian Wells 2018, Naomi Osaka.

Peringkat Serena semakin merosot karena ia mundur dari gelaran Madrid Terbuka dan Italia Terbuka (dihelat di Roma -red). Saat ini, Serena mendiami peringkat 453 dunia. Padahal, sebelum cuti hamil dan melahirkan, Serena tercatat sebagai petenis peringkat satu dunia. Sementara, posisi puncak saat ini diduduki oleh runner up Australia Terbuka 2018, Simona Halep.

Kebijakan proteksi Asosiasi Tenis Wanita (WTA) yang juga mengatur peringkat pemain, mengizinkan Serena untuk berebut gelar di Roland Garros tahun ini. Pasalnya, regulasi tersebut juga mempertimbangkan peringkat petenis sebelum cuti hamil dan melahirkan. Hanya, panitia penyelenggara tetap punya kewenangan penuh untuk penempatan unggulan.

"Mulai tahun ini, panitia turnamen akan menggunakan peringkat WTA sebagai daftar unggulan di Prancis Terbuka. Akibatnya, daftar unggulan akan sama seperti peringkat dunia," bunyi pernyataan panita penyelenggara, seperti dikutip Reuters.

Mengenai aturan ini, Halep yang secara otomatis akan memasuki turnamen sebagai unggulan pertama angkat bicara. Menurutnya, regulasi-regulasi yang mengatur perlindungan peringkat pemain sudah seharusnya diberlakukan.

"Melahirkan itu jauh lebih berarti dari prestasi dan pertandingan tenis. Menurut saya, seharusnya ada perlindungan peringkat bagi seorang petenis yang mengambil cuti melahirkan," tegas Halep.

Sharapova sukses balas dendam atas Sevastova. (Foto: Reuters/Thomas Peter)

Sementara, petenis asal Rusia yang akan memasuki Prancis Terbuka 2018 ini sebagai unggulan ke-29, Maria Sharapova, juga menegaskan bahwa WTA seharusnya mengubah aturan mengenai peringkat. Terlebih, sebagai asosiasi tenis wanita, WTA seharusnya sadar bahwa mereka punya tanggung jawab penuh untuk melindungi para petenisnya.

"Saya ingin sekali melihat perubahan regulasi itu. Seorang wanita membutuhkan usaha yang sangat berat secara fisik untuk comeback setelah hamil dan melahirkan. Rasanya seperti melintasi dimensi berbeda untuk bisa mengatasi tuntutan perjalanan ke satu turnamen."

"Itu belum ditambah dengan mengatasi setiap permasalahan emosi dan fisik yang muncul setiap harinya," tutur Sharapova mengakhiri, dilansir The Guardian.

Secara keseluruhan, Prancis Terbuka sendiri digelar pada 21 Mei hingga 10 Juni 2018. Babak kualifikasi berlangsung pada 21-24 Mei, dan akan ditutup dengan drawing pada Kamis (24/5). Pertandingan putaran final sendiri akan dimulai pada Minggu (27/5) hingga Minggu (10/6).

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22