Pencarian populer

Soal Wakil Ganda Putra di Olimpiade 2020, PBSI Takkan Tebang Pilih

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak kedua Singapura Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Sektor ganda putra menghadirkan dilema buat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Jelang bergulirnya Olimpiade 2020, federasi belum bisa menentukan pasangan mana yang bakal berangkat membela Indonesia di Jepang.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan rangking BWF pekan ke-27 2019, Indonesia punya tiga nama di Top 8, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di peringkat pertama, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan keempat, dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Rian Ardianto di posisi keenam.
Padahal, setiap negara hanya boleh mengirimkan dua pasangan (empat atlet) dari Top 8 rangking dunia per 30 April 2020 mendatang. PBSI sendiri sudah berulang kali berujar ingin mengincar slot maksimal tersebut.
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon pada babak semi final Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Sabtu (25/5/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menilik peringkat dan sepak terjang beberapa waktu ke belakang, Marcus/Kevin menjadi pasangan yang berpotensi mengisi nama pertama ganda putra Tanah Air. Lantas, pasangan untuk nama kedua yang bikin PBSI harus benar-benar selektif menjatuhkan pilihan.
Dari aspek curriculum vitae, Ahsan/Hendra jelas lebih menterang ketimbang Fajar/Rian. Sejauh 2019 berjalan saja, duo berjuluk The Daddies itu sukses mengantongi gelar juara All England yang masuk ke dalam turnamen World Tour Super 1000.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Fajar/Rian yang disebut-sebut sebagai ganda potensial Indonesia belum terlalu menonjol prestasinya. Raihan terbaik mereka ‘hanya’ menjuarai Swiss Terbuka 2019 yang merupakan turnamen super 300.
Menyoal kondisi ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menegaskan bahwa induk olahraga tepok bulu Tanah Air tak akan tebang pilih. Susy juga meminta Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian bersaing untuk menunjukkan siapa yang lebih layak dipanggil memperkuat skuat ‘Merah Putih’.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melawan Kim Astrup/Mathias Boe di babak grup Piala Sudirman 2019. Foto: Dok. PBSI
“Kita terbuka saja, biarkan mereka bersaing. Karena kalau sampai harus mengatakan lebih memilih siapa itu tidak elok, terus juga 'kan rangking mereka berdekatan,” kata Susy di Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung, Jumat (5/7/2019).
“Kita biarkan mereka bersaing, tidak mau ada yang dianakemaskan, siapa pun bisa (ke Olimpiade). Itu kan hasil dari kerja keras dan prestasi mereka. Kecuali kalau memang rangking jauh, ya, lain cerita,” tuturnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
Lebih jauh Susy menjelaskan bahwa pertimbangan PBSI nantinya tak hanya berdasar peringkat. Kondisi fisik pemain hingga susunan pemain negara lawan pun masuk ke dalam perhitungan demi melancarkan misi meraih medali emas.
“Jadi, ada beberapa pertimbangan. Selain peringkat, prestasi, juga ada head-to-head, kondisinya pemain seperti apa, dan masukan dari pelatih. Akhir tahun nanti kita akan lihat bagaimana kondisinya sesuai kebutuhan, tetapi mereka harus bersaing,” pungkas Susy.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86