Pencarian populer

'Surat Cinta' untuk Anthony Ginting

Anthony Sinisuka Ginting juara China Terbuka 2018 usai kalahkan Kento Momota (Jepang). (Foto: Dok. PBSI)

Hello Ginting,

Nama saya Wang Yifei, nama Inggris saya Hermione Wang. Maaf saya menulis surat ini di kertas polos, ini adalah kertas terbaik yang bisa saya temukan saat saya menulis surat ini.

Saya adalah volunteer di kejuaraan ini (China Open 2018) dan saya merasa terhormat bisa tahu tentang kamu dan bertemu kamu di sini. Saya banyak belajar dari kamu, kegigihan kamu begitu menyentuh hati saya. Dan banyak sekali teman-teman di kampus saya yang juga kagum sama kamu, mereka sekarang menjadi penggemarmu juga, seperti saya.

Saya harap kamu tetap terus bekerja keras seterusnya. Selamat! Pokoknya yang terbaik buat kamu, semoga kamu sukses di masa yang akan datang.

Love,

Hermione Wang. 

***

Kutipan tersebut bukan berasal dari drama percintaan remaja, bukan juga naskah cerita film roman picisan. Itu adalah surat yang ditulis Wang Yifei alias Hermione Wang untuk sang juara: Anthony Sinisuka Ginting.

Ya, nama terakhir itu baru menjuarai China Terbuka 2018, Minggu (23/9/2018). Nyatanya, Anthony tak hanya dielu-elukan seisi Indonesia, tapi juga jadi magnet tersendiri bagi publik Kota Changzhou, tempat turnamen Super 1000 itu dihelat.

'Surat cinta' Hermione Wang salah satu buktinya. Bagaimana kalimat-kalimat Wang, yang merupakan volunteer di China Terbuka 2018, menggambarkan sentimen positif dari suporter di venue maupun anak-anak muda di Changzou kepada Anthony.

Bagi warga lokal sendiri, atlet asal Cimahi itu sudah bikin heboh sejak menyingkirkan Lin Dan (China) di babak pertama. Tak puas sampai di situ, Anthony kembali memulangkan andalan tuan rumah, Chen Long, di perempat final.

Tak lagi melawan wakil tuan rumah, maka penampilan Anthony berikutnya dihujani dukungan penuh dari seisi Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium. Teriakan "Ginting, jiayou!" yang artinya "Ginting, semangat!" bergemuruh di arena.

Penonton semakin terkesima tiap kali Anthony dengan lihai memainkan netting tipisnya atau berlarian ke sana kemari hingga ditutup dengan gagah melakukan jumping smash sebagai andalannya. Anda pun, terpukau bukan di layar kaca?

Nah, apa jawaban dari sang pemeran utama itu?

Anthony Sinisuka Ginting juara China Terbuka 2018 usai kalahkan Kento Momota (Jepang). (Foto: Dok. PBSI)

"Kemarin-kemarin saya masih menghadapi pemain Tiongkok, yang kelihatan sekali itu hari ini, banyak yang mendukung saya, sampai terdengar ke lapangan. Terima kasih buat semua dukungan kepada saya, tidak hanya penonton di Tiongkok (China, red), tetapi masyarakat Indonesia yang datang di stadion ini atau yang mendoakan di Indonesia," kata Anthony dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (24/9).

Di mixed zone —area tempat bertemunya pewarta dan pemain yang habis bertanding—, Anthony juga menjadi magnet. Media China hingga Jepang tak ingin absen mewawancarai juara Indonesia Masters 2018 itu. Masih dilansir situs PBSI, media asing menyebut Anthony: "..Salah satu penakluk unggulan dengan talenta luar biasa dan siap memimpin generasi baru di tunggal putra.”

Julukan 'The Giant Killer' bagi Anthony Ginting yang muncul pertama pada Asian Games, kini semakin melekat dan juga terbukti.

Anthony Sinisuka Ginting juara China Terbuka 2018 usai kalahkan Kento Momota (Jepang). (Foto: Dok. PBSI)

Dari setiap tetes keringatnya melawan andalan China tersebut, ditambah menaklukkan Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Taiwan), hingga Kento Momota (Jepang) di final untuk mendapatkan trofi juaranya, Anthony memang layak menerima setiap lontaran manis dari publik.

Mantan pebulu tangkis Inggris, Gillian Clark, juga idola Anthony sendiri sekaligus legenda tunggal Indonesia, Taufik Hidayat, pun tak ketinggalan memberi aplaus pada dirinya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63