Pencarian populer

Susy Susanti Akui Kehebatan Thailand, Apresiasi Tim Uber Indonesia

Indonesia terhenti di Piala Uber. (Foto: Puspa Perwitasari/Antara)

Perjalanan kontingen Indonesia di Piala Uber 2018 berakhir lebih cepat. Pada babak perempat final, Tim 'Merah Putih' dikalahkan oleh tuan rumah Thailand dengan skor akhir 2-3.

Indonesia mengawali pertandingan pertama dengan kekalahan usai Fitriani yang turun sebagai tunggal pertama dikalahkan oleh Ratchanok Intanon lewat dua gim langsung. Indonesia menyamakan kedudukan jadi 1-1 lewat kemenangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Gregoria Marsika Tunjung meninggikan asa Indonesia dengan menaklukkan tunggal putri kedua Thailand, Nitchaon Jindapol, lewat dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 22-20, Indonesia berbalik unggul 2-1.

Namun, di dua laga terakhir, para wakil Indonesia yang bertanding gagal meraih kemenangan. Ganda kedua yang diisi oleh Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta keok dari Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanacha. Lalu di laga penentuan, Ruselli Hartawan tumbang di tangan Busanan Ongbamrungphan.

Kendati perjalanan para srikandi bulu tangkis Tanah Air terhenti di perempat final, manajer Tim Uber dan Thomas Indonesia, Susy Susanti, tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuang para pemain. Susy tak menampik ada beberapa aspek yang disayangkan olehnya, seperti inkonsistensi penampilan dan mental bermain.

"Hari ini secara keseluruhan anak-anak sebenarnya sudah tampil luar biasa. Karena di atas kertas kan Thailand masih di atas kita. Baik dari seeded dan rangking. Apalagi kita lihat tiga pemain tunggal mereka cukup kuat."

"Kalau mau ambil poin di dua ganda dan satu tunggal. Tapi sayang meskipun tadi punya peluang, sudah unggul 2-1, saat Greysia/Apriyani tampil luar biasa. Lalu Gregoria juga betul-betul fight banget dan bagus,” ungkap Susy.

"Sayang di ganda kedua, saat unggul justru terbeban. Mereka tertekan, main nggak lepas dan tegang. Jadi lawan makin main bagus. Faktor tuan rumah juga membuat lawan lebih percaya diri."

"Itu namanya permainan, buat saya sendiri anak-anak sudah tampil bagus. Perlawanan kita sudah cukup ketat dan itu yang bisa kami berikan. Memang sudah sesuai target dan prediksi, paling tidak kita lolos delapan besar,” lanjut Susy.

Susy Susanti (Foto: Alan Kusuma/kumparan)

Peraih medali emas Olimpiade 1992 ini pun menilai Piala Uber 2018 ini sebagai ajang meraup pengalaman bagi pemain. Apalagi beberapa pemain macam Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan, dan Apriyani Rahayu, adalah debutan di Piala Uber edisi tahun ini.

"Tadi sebenarnya ada kesempatan, tapi sayang kurang bisa digunakan sedikit lagi. Ini menjadi evaluasi dan pembelajaran buat anak-anak. Ada yang baru pertama main di Piala Uber, untuk senior ada yang bagus, beberapa ada juga yang kurang,” pungkas Susy.

Nada kekecewaan pun terlontar dari Ruselli yang mengaku merasa tertekan karena turun di laga penentuan. Dukungan penuh kepada pemain tuan rumah pun dianggap jadi salah satu fakotr Ruselli jadi terbawa permainan lawan.

“Ini pertama kali saya main jadi penentu, jadi mainnya agak nggak lepas. Sementara lawan juga mainnya all out. Pas main saya agak tegang, ini lebih susah daripada pertandingan yang kemarin. Kalau kata pelatih, saya kalah pukulan. Lawan menekan terus, saya jadi keatur terus," tutup Ruselli.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: