Pencarian populer

Terlalu Superior, Alasan Dovi Sulit Kalahkan Marquez di MotoGP 2019

Andrea Dovizioso pesimistis dengan peluangnya di MotoGP 2019. Foto: Ibraheem Al Omari/Reuters

Hanya kesialan yang bisa menggagalkan Marc Marquez dalam upaya merebut gelar MotoGP. Faktanya, sejak 2010, saat masih di kelas 125cc, hanya ada dua momen saat Marquez gagal menutup sebagai juara dunia.

Momen kegagalan pertamanya adalah saat ia kalah bersaing dari Stefan Bradl dalam perebutan gelar Moto2 2011. Momen selanjutnya adalah saat ia gagal meraih gelar juara MotoGP 2015.

Khusus untuk musim 2015, kesialan yang membuat The Baby Alien gagal tampil sebagai juara. Sepanjang musim, rider Repsol Honda itu sampai enam kali gagal mencapai garis finis. Di luar itu, sudah lima gelar MotoGP diamankan Marquez dalam enam musim.

Dominasinya pun diprediksi berlanjut pada musim 2019. Ia memang sempat sial kala terjatuh pada MotoGP Austin. Tapi, pebalap asal Spanyol itu langsung kembali membayarnya dengan merebut kemenangan di Jerez.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat merayakan kemenangan pada MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez. Foto: twitter/hrc_motogp

Karenanya, pebalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, merasa tak memiliki kesempatan untuk bertarung dengan Marquez dalam perebutan gelar musim ini. Alasannya satu: Marquez hebat di semua lintasan.

"Saya pikir Marc cukup kuat untuk bertarung demi kemenangan atau podium di setiap balapan. Dan itu juga berlaku di lintasan yang buruk baginya. Ini adalah bagian yang membuat saya tidak senang," ungkap Dovi, dilansir Motorsport.

Saat Marquez hebat di semua lintasan, Dovi justru kerap mendapatkan hasil yang tak cukup bagus. Usai kemenangan di Qatar dan finis ketiga di Argentina, pria berusia 33 tahun itu hanya bisa mengamankan tempat keempat di Austin dan Jerez.

Aksi Andrea Dovizioso di Sirkuit Jerez pada GP Spanyol 2019. Foto: Dok. Ducati

Salah satu yang disoroti Dovi soal kelemahan motor Desmosedici adalah corner speed. Berbeda dengan kecepatan di lintasan lurus di mana pabrikan asal Italia itu sudah mampu memaksimalkan kekuatannya.

"Hal negatif lainnya adalah masalah kecepatan kami di tikungan cepat. Saya kesulitan di awal balapan dan saya tak bisa menjaga kecepatan itu. Kami cukup baik saat latihan, tapi balapan menunjukkan kenyataan yang berbeda," jelas Dovi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23