kumparan
9 Mei 2019 16:37 WIB

Tontowi Ahmad Pilih Tak Puasa untuk Hindari Dehidrasi

Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow di Malaysia Open 2019. Foto: Dok. PBSI
Dehidrasi, menurut S.P Allison (Encylopedia of Food Sciences and Nutrition, 2003), adalah berkurangnya garam dan air dalam tubuh. Kalau mengacu Basic Medical Endocrinology, pemicunya bisa karena keringat berlebih, diare, muntah, demam, atau kurangnya pasokan air ke dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
Itulah kondisi yang coba dihindari Tontowi Ahmad selama Ramadhan dalam kesehariannya sebagai pebulu tangkis nasional. Karena bertepatan momen puasa 1440 H pada Mei 2019 ini, Owi --begitu pemain ganda campuran ini disapa-- bersiap untuk Piala Sudirman pada 19-26 Mei.
Sebagai sosok kawakan, peraih emas Olimpiade 2016 ini masuk dalam daftar 20 atlet PBSI yang dibawa ke Nanning, China. Selama persiapan menuju Piala Sudirman itu, Owi berusaha menyeimbangkan antara profesionalitas dan ibadah wajibnya.
"Kalau saya sih sewajarnya saja, kalau seperti ini, latihan berat Senin-Selasa, Kamis-Jumat, kebanyakan tidak puasa. Tapi niatnya pasti, ikut sahur. Yang penting berusaha dulu," kata Owi saat ditemui kumparanSPORT di Pelatnas Cipayung, Kamis (9/5/2019).
"Nah untuk Rabu saat latihannya setengah hari, dan Sabtu-Minggu (saat libur, red), saya puasa. Kalau hari ini (9/5) latihannya berat," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Pemain Bulu Tangkis, PB Djarum Tontowi Ahmad. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Seberat apa, sih? Maka, kami coba menyaksikan bagaimana Owi menjalani latihan drilling. Dia tampak bergerak lincah mengejar lemparan shuttlecock ke segala arah. Tenaga yang dikuras cukup membuat tubuhnya dibanjiri keringat.
Yang membuatnya semakin berat adalah durasi. Tontowi bergerak nonstop dari pukul 10:00 sampai 12:00. "Tadi masih puasa, tapi setengah jalan batal," ujar Owi sambil menunjuk sebotol air mineral yang baru dibukanya.
"Intinya saya niat puasa dulu, kalau tidak kuat, ya, batal. Nanti dibayar, semoga umur masih cukup," harapnya.
"Paling berat (untuk puasa) karena dehidrasinya itu. Drilling butuh langkah panjang, kalau diukur bisa berapa kilometer ini latihan. Kalau latihannya gym atau jogging saja, mungkin masih kuat (puasa)," imbuh ganda campuran juara dunia 2013 dan 2017 bersama Liliyana Natsir ini.
ADVERTISEMENT
Aksi Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow di Malaysia Masters 2019. Foto: Dok. PBSI
Di usia menginjak 32 tahun pada 18 Juli mendatang, Owi masih menjaga komitmennya sebagai atlet nasional. Dia kini berpasangan dengan sang junior, Winny Oktavina Kandow, setelah Liliyana pensiun.
Ditunjuk sebagai skuat Tim Indonesia di Piala Sudirman, Owi dan 20 atlet lain yang bertugas bakal terbang ke China pada 15 Mei mendatang. Saat melakoni pertandingan Piala Sudirman 2019 nantinya, Owi sendiri tidak coba memaksakan tubuhnya.
"Pasti tidak (puasa) kalau bertanding. Karena menurut saya pribadi, jadi pebulu tangkis ini stamina betul-betul harus dijaga, dari makan sampai vitamin," ujar Tontowi mengakhiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·