kumparan
22 Jan 2019 22:50 WIB

Tontowi/Liliyana Siap Jawab Tantangan Hafiz/Gloria di Babak Kedua

Ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, di babak pertama Fuzhou China Terbuka 2018. (Foto: Dok. PBSI)
Pertandingan antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Pranaay Jerry Chopra/Reddy N. Sikki (India) menjadi satu-satunya lakon di lapangan Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Selasa (22/1/2019) pukul 21:30 WIB. 
ADVERTISEMENT
Bagusnya, Tontowi/Liliyana atau yang akrab disapa Owi/Butet berhasil menyedot penuh semua perhatian suporter yang hadir di venue. Dan di turnamen terakhir Butet, Owi/Butet melaju ke babak kedua dengan kemenangan 21-15 dan 21-15 setelah bertanding selama 31 menit.
Di gim pertama, Owi/Butet sudah membuka keunggulan 4-1. Meski sempat ditahan 7-7, berikutnya pasangan peraih emas Olimpiade 2016 Brasil ini bisa menambah keunggulan dan menyegel skor 11-7 di interval gim pertama.
Sejak itu, tak ada lagi skor imbang tercipta. Owi/Butet mulus melesakkan serangan mereka dan membelah pertahanan lawan, sementara Chopra/Reddy sendiri tidak memberikan perlawan yang menyulitkan Owi/Butet.
Ganda campuran kebanggaan Indonesia ini pun mudah menyegel game point 20-15. Servis Butet yang gagal dikembalikan Reddy memastikan keunggulan 21-15 bagi Owi/Butet setelah bermain selama 17 menit di gim pertama.
ADVERTISEMENT
Pada gim kedua, Owi/Butet sebagai ganda nomor empat dunia ini banyak melakukan kesalahan sendiri. Imbasnya, mereka tertinggal 5-10. Sampai akhirnya, Owi/Butet bisa menyamakan kedudukan di skor 10-10, meski harus merelakan skor tertinggal tipis 10-11 di interval gim kedua.
Chopra/Reddy, ganda peringkat 24 dunia, masih unggul hingga 14-11. Namun, Owi/Butet balas menekan dan berbalik unggul. Dari menyamakan kedudukan 15 sama, skor menjadi 19-15 bagi Owi/Butet. Saat kedudukan 20-15, satu pukulan Butet yang masuk menyudahi pertandingan di gim kedua dengan kemenangan 21-15.
Usai bertanding, Owi sendiri mengatakan agak terburu-buru di gim kedua. Sementara jelang melawan kompatriot sekaligus juniornya di pelatnas, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, pada babak kedua, Kamis (24/1), Owi hanya berharap hasil terbaik.
ADVERTISEMENT
Bagi Butet, dirinya mengaku agak sedikit kaku setelah cukup lama tidak bertanding bersama Owi. "Bukan kagok, tapi biasanya cari poin (mudah), tadi agak hilang di gim kedua. Harus menyesuaikan lagi," kata Butet.
Ganda campuran legendaris, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, di babak pertama Indonesia Masters 2019. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Soal penampilan terakhirnya di Indonesia Masters 2019, Butet tak memungkiri ada suasana berbeda begitu memasuki lapangan. "Masuk ada lagu, tadi agak terenyuh, kok kaya gini sih. Tapi saya berusaha tidak mellow. So far, saya harus menikmati karena ini turnamen terakhir, apa pun hasilnya kami akan berusaha yang terbaik."
Di babak kedua, Gloria sendiri lebih dulu sudah membunyikan genderang perang dengan siap mengakhiri karier Butet dengan kekalahan. Apa kata Butet? "Wajar, untuk Hafiz/Gloria mereka diproyeksikan ke Olimpiade, pasti ingin hasil yang baik. Ketemu senior, mereka pasti mau fight dan tahu saya dan Owi jarang latihan bersama."
ADVERTISEMENT
"Saya pun latihan tidak seintens dulu. Tapi saya dan Owi sebagai senior tidak mau kalah dan pasti mau fight. Mudah-mudahan bisa kasih hasil maksimal," ujar Butet mengakhiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan