kumparan
8 Mar 2019 20:02 WIB

Tontowi Sesali Banyaknya Poin Terbuang di Gim Pertama

Tontowi/Winny kala bertanding di babak kedua All England 2019. Foto: www.badmintonindonesia.org
Pasangan senior-junior ganda campuran anyar, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, harus terhenti di babak perempat final All England 2019. Mereka kandas di tangan unggulan ketiga turnamen, Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang).
ADVERTISEMENT
Watanabe/Higashino memang bukan lawan biasa. Mereka menjadi juara musim lalu setelah mengalahkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) di final. Pada babak delapan besar tahun ini, Tontowi/Winny mampu memberikan perlawanan ketat melawan Watanabe/Higashino, meski akhirnya kalah 22-24 dan 19-21.
Setelah menguras keringat selama 46 menit, Tontowi yang akrab disapa Owi ini cukup menyesali banyaknya poin yang terbuang di akhir gim pertama. Bagaimana tidak, Owi/Winny sempat unggul 14-10 hingga 20-16.
"Sebetulnya tadi kami seharusnya bisa menang di set (gim, red) pertama. Tapi terburu-buru, banyak melakukan spekulasi. Mungkin karena baru, 'kan," kata Owi usai pertandingan.
"Ini jadi pelajaran untuk kami ke depan. Sebelumnya juga kami gampang buang poin. Kalau main sudah unggul 3-4, gampang kasih (poin ke lawan). Kalau di tengah poin tidak masalah, tapi kalau di poin 20 seperti tadi tidak boleh terjadi. Kalau unggul harus tenang, bukan terburu-buru," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Peraih emas Olimpiade 2016 bersama Liliyana Natsir ini mengatakan, sebetulnya pola permainan dan strategiyang diterapkannya bersama Winny sudah tepat. Namun, Watanabe/Higashino, sebagai unggulan ketiga, mampu mengatasi Owi/Winny meski baru kali pertama bertemu.
Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow kalah dari Yuta Watanabe/Arisa Higashino di perempat final All England 2019. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
"Kalau urusan main, pola sudah benar, strategi sudah benar, tapi memang lawan lebih berpengalaman dan kompak. Kami baru (berpasangan). Mereka juga ubah strategi lebih cepat. Apa pun yang terjadi bersyukur, jadikan pelajaran. Tidak boleh anggap poin itu sepele," kata Owi.
Selain itu, Owi juga menyoroti kesalahan Winny di poin krusial. Meski begitu, dia menampik jika kesalahan itu berpangkal dari kurangnya komunikasi di lapangan bersama junior kelahiran 1998 itu.
"Komunikasi bagus. Ada beberapa strategi dan nanti pelatih pasti ada masukan untuk kami. Jadi pelajari kekurangan kami, terutama buang poin. Mungkin Winny 'kan main di Super 1000 baru pertama kali, jadi terbawa kebiasaan setelah buang poin gampang dapat ganti. Itu pengaruh juga di latihan, kami juga harus lebih fokus lagi," kata Owi.
ADVERTISEMENT
Sementara menurut Winny, pertandingan lawan Watanabe/Higashino merupakan penampilan terbaiknya sejak debut bersama Owi. Sebelumnya, mereka tampil di Spanyol Masters dan Jerman Terbuka 2019.
"Main hari ini sudah paling dapat, ya. Dibanding sebelumnya, bisa dibilang ini paling mendingan. Berikutnya jaga kondisi saja, jaga tidur, minum vitamin dan susu," ujar Winny.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·