kumparan
14 Nov 2018 8:39 WIB

Untung Rugi Sixers Datangkan Jimmy Butler

Jimmy Butler, pemain anyar Philadelphia 76ers. (Foto: Hannah FOSLIEN/ AFP)
Philadelphia 76ers (Sixers) memilih jalan pintas untuk memperkuat komposisi tim mereka di NBA musim 2018/19 dengan mendatangkan Jimmy Butler. Pemain berusia 29 tahun itu resmi ditukar dari Minnesota Timberwolves pada, Senin (11/11/2018).
ADVERTISEMENT
Sebagai bagian dari transaksi ini, Wolves juga mengirimkan rookie Justin Patton. Sementara itu, Sixers harus melepas Robert Covington, Dario Saric, Jerryd Bayless, dan rookie di draft-pick NBA putaran dua 2022, sebagai ganti mendatangkan Butler.
Butler sendiri berstatus bebas agen pada September 2019 dan diperkirakan akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun di Sixers dengan biaya 190 juta dolar AS. Dengan duit sebesar itu dan kehilangan tiga pemain sekaligus, Sixers tentu saja tak main-main mendatangankan Butler untuk memperkuat tim.
Namun, apakah risiko ini sebanding dengan manfaat yang akan didapatkan dari Butler? Dari segi pertahanan, pemilihan Butler sangat mendukung Sixers yang punya catatan apik dengan berada di urutan kesembilan tim terbaik soal defensif rating yang rata-rata kemasukkan 106,7 poin per gim.
ADVERTISEMENT
Dalam 10 pertandingan dengan Wolves musim ini, Butler rata-rata melakukan 5,2 rebound, 2,4 steal, dan 1 kali blok per gim. Catatan ini menunjukkan bagaimana Butler punya atribut bertahan yang apik, belum lagi dengan tinggi badannya yang mencapai 203 cm.
Butler juga bakal membantu Joel Embiid yang punya catatan 13 rebound, 2 blok, kemudian Ben Simmons 9 rebound dan 1,43 steal per laga. Di lain sisi, Sixers bisa dibilang tak terlalu bermasalah soal pertahanan meski tanpa kehadiran Butler.
Harden menjaga Butler. (Foto: Brad Rempel-USA TODAY Sports via Reuters)
Masalah Sixers musim ini adalah soal efektivitas serangan, di mana mereka menempati urutan ke-19 soal rata-rata memasukkan dengan 106,6 poin per gim dan ada di urutan ke-16 soal efisiensi tembakan dengan akurasi 51,4%.
ADVERTISEMENT
Butler bukanlah sosok yang bisa menjamin untuk memperbaiki efektivitas Sixers. Kendati punya catatan memasukkan poin 16,5 per gim, Butler bukanlah pemain yang ahli dalam tembakan tripoin dengan akurasi 34,1% atau hanya memasukkan 0,9 tripoin dari 2,7 percobaan sepanjang delapan musim berkarier di NBA. Sehingga hampir tidak mungkin menjadikan Butler sebagai pemain catch-and-shoot.
Eks pemain Chicago Bulls ini merupakan tipikal pemain yang gemar melakukan medium range shoot atau penetrasi dengan mengandalkan dribel, kecepatan, dan fisiknya. Oleh karena itu, rata-rata turn over per gimnya cukup mengkhawatirkan dengan menyentuh angka 1,5 kali per gim.
Namun, untuk masalah ini, pelatih Brett Brown bisa mencari solusi dengan memasang JJ Redick sebagai starter untuk mengisi slot shooting guard. Selama dua musim di Sixers, Redick rata-rata memasukkan 2,8 tripoin dari 6 percobaan. Namun, keputusan itu bisa menggeser tempat Markelle Fultz sebagai guard utama musim ini.
ADVERTISEMENT
Laga Celtics versus Sixers. (Foto: Bob DeChiara-USA TODAY Sports)
Namun, general manager Sixers, Elton Brand, menegaskan bahwa keputusan memilih Buttler tidak akan membuat masa depan Fultz terancam. Sebaliknya, keberadaan Butler diharapkan bisa mendongkrak kemampuan Fultz di masa mendatang.
"Tidak sama sekali. Keputusan ini tidak akan mengubah masa depan Fultz. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemain bintang secepatnya dan mengimbangi tim lain. Ada banyak tim dengan talenta bagus di timur dan kami punya kesempatan untuk membawa tim ini ke tahap lebih baik," katanya dilansir ESPN.
Beruntung pula buat Sixers karena memiliki pemain-pemain macam Embiid dan Simmons yang apik dalam mencetak poin. Namun, apakah Butler mampu membuat Sixers bebicara lebih lantang di Wilayah Timur, di mana mereka terhenti pada semi final play-off musim lalu? Menarik dinantikan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan