Pencarian populer

Upaya Tim Indonesia Redam Gejolak di Jakarta lewat Piala Sudirman 2019

Tim Indonesia di Piala Sudirman 2019. Foto: Dok. PBSI

Mei 1998 dan Mei 2019 memiliki kemiripan bagi ranah bulu tangkis Indonesia: Ibu Kota carut-marut bersamaan skuat PBSI yang tengah membawa nama bangsa di turnamen bergengsi.

Pada 13-14 Mei 1998, Jakarta porak-poranda karena kerusuhan yang memicu penjarahan dan pembakaran toko-toko milik etnis Tionghoa.

Saat itu, Tim Indonesia berada di Hong Kong, bersiap melakoni Piala Thomas dan Uber 1998 yang dibuka pada 15 Mei. Tim putra pada akhirnya sukses mengobati duka Indonesia dan menyatukan bangsa dengan membawa pulang gelar juara Piala Thomas.

Rabu, 22 Mei 2019, Jakarta kembali siaga karena kerusuhan di sejumlah titik meski kondisi tidak luluh lantak seperti 21 tahun lalu.

Situasi muram ini juga tak luput dari perhatian Tim Indonesia yang tengah berada di Kota Nanning, China, untuk mengikuti Piala Sudirman 2019. Di jagat bulu tangkis, Piala Sudirman mempunyai nama besar karena berstatus sebagai turnamen beregu campuran tertinggi di dunia.

Dan Susy Susanti ada di keduanya. Ia menjadi satu dengan skuat, bersama-sama menulis epik kolosal lewat lesakan smash, cucuran keringat, keengganan untuk tergeletak di hadapan kekalahan, hitung-hitungan taktik, dan kemenangan demi kemenangan.

Susy merupakan ujung tombak Tim Uber Indonesia pada Mei 1998. Kini, Susy menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI sekaligus Manajer Tim Indonesia di Piala Sudirman 2019.

Menurut Susy, situasi saat ini menjadi pecut yang melahirkan tekad para penggawa Indonesia di Piala Sudirman 2019. Gelar juara tak sekadar target yang dipatok sebagai penanda bahwa bulu tangkis Indonesia belum padam. Lebih dari itu. Gelar juara dipandang sebagai antidot untuk duka Pertiwi.

Kabar baiknya, peluang Indonesia untuk mewujudkan misi itu terbuka lebar karena lolos ke perempat final sebagai juara Grup 1B. Tugas mereka selanjutnya adalah menaklukkan Taiwan di babak delapan besar yang digelar pada Jumat (24/5/2019).

"Situasi di Indonesia yang kurang kondusif sebetulnya membuat kami mau kasih hadiah, mau buktikan kami bisa bersatu angkat nama Indonesia," ucap Susy seperti dikutip dari situsweb PBSI.

Suasana latihan teknik pertama Tim Indonesia sebelum jadwal latihan resmi di Piala Sudirman 2019. Foto: Dok. PBSI

Pelatih kepala ganda putra, Herry Iman Pierngadi, tak ketinggalan. Dalam pesannya, pelatih berjuluk 'Naga Api' ini meminta skuat Indonesia berjuang sehebat-hebatnya di Piala Sudirman 2019.

Toh, segala prestasi yang direngkuh atlet-atlet bulu tangkis Indonesia membuktikan bahwa raket mempersetankan perbedaan dan shuttlecock tak berkawan dengan ego.

"Sekarang di Indonesia sedang memanas. Mungkin sebagian masyarakat Indonesia akan melihat perjuangan kami, akan ada siaran live di TV. Kami coba berikan yang terbaik, buktikan bahwa bangsa Indonesia bisa bersatu, bisa mengharumkan nama negara di luar negeri," ujar Herry.

"Ini momen penting buat kita, orang Indonesia. Pernah kejadian juga di tahun 1998, Cik Susy (Susanti) pernah membuktikan. Di generasi sekarang, mari kita yang buktikan, beri contoh untuk masyarakat Indonesia yang untuk sementara ini terpisah-pisah," imbuhnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35