kumparan
20 Mar 2019 18:41 WIB

Usia Tak Lagi Muda, Semangat Ahsan/Hendra Tetap Membara

Aksi Ahsan/Hendra di final All England 2019. Foto: Reuters/Andrew Boyers
Kata 'tua' harus diakrabi Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan ketika hadir dalam acara Penghargaan Juara All England 2019 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (20/3/2019). Semua orang mengatakannya, mulai dari pembawa acara, hingga para pewarta yang hadir meliput langsung di sana.
Faktanya, Ahsan/Hendra memang telah melewati masa mudanya. Usia Ahsan telah menginjak 31 tahun pada 7 September 2018 lalu, sementara Hendra tiga tahun lebih tua darinya. Dengan begitu, mereka harus ekstra keras mengontrol psikis dan tubuh mereka untuk menghindari kekalahan.
Apalagi, ganda putra dalam negeri saat ini berisikan lima pasangan yang usianya lebih muda daripada Ahsan/Hendra. Hendra bahkan mengakui mulai dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon hingga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sudah teruji secara kualitas.
Situasi ini tak membuat Ahsan dan Hendra tertekan. Malah, kehadiran atlet-atlet muda inilah yang menjadi motivasi bagi duo berjuluk The Daddies itu. Saking termotivasinya, Ahsan/Hendra mendaku belum kepikiran secara mendetail skenario gantung raket.
“Memang usia kami tak muda, tetapi saya ingin bermain karena saya saya senang bermain bulu tangkis. Mungkin, dua atau tiga tahun lagi saya pensiun. Tapi, itu mungkin, lho, ya,” ucap Hendra.
“Usia tak muda? Ya, tetapi jiwa kami masih muda,” sambung Ahsan dengan kelakar “Tubuh tak bisa dibohongi lagi, tetapi kami masih tetap semangat. Mungkin saya pensiun lima tahun lagi. Tetapi, saya belum terpikirkan apa selanjutnya. Saya masih fokus menjadi pemain.”
Lantas, apa, sih, kiat jawara All England 2019 nomor ganda putra ini menjaga penampilannya? Untuk yang satu ini, Ahsan menuturkan ada sejumlah faktor kunci di baliknya.
Juara All England 2019, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, menerima sambutan Kemenpora serta PBSI di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu, (17/3). Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan
“Junior-junior kami adalah lawan yang bagus, sehingga sparring-nya setiap hari juga sepadan. Ada lima pasang tim ganda putra sekarang dan semua kemampuannya merata dalam sesi latihan. Selain itu, kami perlu menjaga stamina supaya jangan menurun,” ucap pebulu tangkis kelahiran Palembang itu.
“Selama ini juga PBSI masih mendukung kami juga secara fasilitas. Begitu juga dengan klub masing-masing. Ya, sangat senang, sih, tangan mereka masih terbuka untuk kami,” tambah Ahsan.
Adapun, bagi Ahsan/Hendra, All England jelas tidak akan menjadi turnamen terakhir yang mereka ikuti tahun ini. Sesudah bertanding di Birmingham, misalnya, mereka langsung bertolak ke Swiss. Rencananya, ada 14 turnamen yang akan diikuti oleh Ahsan/Hendra sepanjang 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan