Pencarian populer

Valentino Rossi Tak Bisa Lagi Mengelak dari Kesalahan

Valentino Rossi saat bersiap memulai balapan. Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan
Rangkaian MotoGP Belanda 2019 menjadi mimpi buruk yang ingin segera dilupakan Valentino Rossi. Performa pebalap berusia 40 tahun itu selama tiga hari berada di Sirkuit Assen begitu amburadul.
ADVERTISEMENT
Sejak latihan bebas, The Doctor gagal menorehkan catatan waktu impresif dengan menempati urutan ke-12, ke-9, dan ke-14. Penampilannya memburuk pada babak kualifikasi sehingga mesti memulai start dari posisi ke-14.
Klimaks dari sederet hasil buruk itu terjadi ketika pemilik nomor balap 46 tersebut terjatuh saat balapan utama berjalan empat putaran. Rossi kehilangan kendali saat berusaha menyalip di tikungan kedelapan hingga akhirnya menghantam Takaaki Nakagami, membuat kedua pebalap terlempar ke gravel.
Rossi tak bisa melanjutkan balapan sehingga tercatat sudah di tiga seri beruntun (Italia, Catalunya, Belanda) ia gagal melintas garis finis. Terkait catatan buruknya belakangan ini, Rossi memberikan respons berbeda dibanding kesempatan-kesempatan sebelumnya.
Jika umumnya pemilik sembilan gelar juara dunia itu intens menyalahkan Yamaha ketika gagal finis atau mendapat hasil mengecewakan, kali ini Rossi mengakui kalau buruknya hasil di GP Belanda disebabkan oleh kesalahannya sendiri.
ADVERTISEMENT
"Saya coba menyalip dan semuanya berjalan baik saat berada di belakang Nakagami. Saya coba menyusulnya di tikungan kedelapan, tapi saya melebar dan ketika masuk ke lintasan lagi saya menabraknya,” kata Rossi, dilansir dari GPOne.
"Dia akhirnya terlibat crash. Saya sangat minta maaf atas kejadian itu, semua terjadi karena salah saya. Awalnya saya pikir balapan bisa berjalan baik, tapi saya sudah berakhir ketika crash tersebut terjadi," imbuhnya.
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi Foto: twitter/motogp
Selain kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan sendiri, Rossi tak bisa menyalahkan Yamaha karena performa motor YZR-M1 terbukti ciamik di Assen. Buktinya rekannya di Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, bisa keluar sebagai pemenang. Kemudian Fabio Quartararo finis ketiga dan Franco Morbidelli (SRT Yamaha) menutup lima besar.
ADVERTISEMENT
Adanya tiga pebalap Yamaha di lima besar jelas prestasi besar karena untuk kali pertama terjadi di musim 2019. Rossi pun mafhum pengembangan yang dilakukan Yamaha membuahkan hasil, hanya dirinya memang tak bisa tampil sebagus Vinales, Quartararo, dan Morbidelli.
“Hasil bagus didapatkan tim dan saya turut senang untuk Yamaha. Ini menjadi kemenangan penting dan Vinales pantas mendapatkannya karena sudah tampil cemerlang sejak latihan bebas pertama,” jelasnya.
"Bagi saya ini pun hasil yang penting karena adanya dua pebalap Yamaha di atas podium menujukkan bahwa kerja keras kami untuk lebih kompetitif sudah berjalan bagus," pungkas Rossi.
Tak ada waktu bagi Rossi meratapi hasil buruk GP Belanda karena seri kesembilan di Jerman bakal dimulai pada Jumat (5/7). Menilik hasil tahun lalu, Sirkuit Sachserning bisa menjadi tempat untuk bangkit karena Rossi sanggup menyegel podium kedua.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80