• 0

Wimbledon 2018: Dikalahkan Djokovic, Nadal Pulang dengan Terhormat

Wimbledon 2018: Dikalahkan Djokovic, Nadal Pulang dengan Terhormat


Rafael Nadal

Di Wimbledon 2018, Nadal terhenti di semifinal. (Foto: REUTERS/Andrew Couldridge/Pool)
Serupa Piala Dunia, Wimbledon 2018 akan melakoni satu partai puncaknya pada Minggu (15/7/2018). Di Center Court All England Tennis Lawn and Croquet Club, Kevin Anderson dan Novak Djokovic akan melakoni laga satu lawan satu memperebutkan gelar juara yang konon paling prestise di ranah kompetisi tenis.
Keberhasilan Djokovic menembus final menjadi ganjaran yang sepadan untuknya setelah mengalahkan pesaing hebatnya yang berkebangsaan Spanyol, Rafael Nadal. Pada dasarnya, Nadal memasuki Wimbledon tahun ini dengan bekal yang masyhur.
Sebelumnya, ia menjadi juara di gelaran Prancis Terbuka 2018. Atas raihannya itu, ia menduduki peringkat petenis nomor satu dunia dengan raihan 8.770 poin. Walau demikian, Roger Federer-lah yang menjadi unggulan pertama turnamen. Sementara, Djokovic datang ke London dengan menenteng cerita kekalahan di babak perempat final Roland Garros melawan petenis Sisilia, Marco Cecchinato.
Namun, Wimbledon punya cerita sendiri untuk Nadal dan Djokovic. Keduanya bertemu di babak semifinal, beradu kuat dan cerdik demi satu tempat di partai puncak. Pertandingan ini berlangsung dalam dua hari, pada Jumat (13/7/2018) dan Sabtu (14/7/2018).
Sebabnya, sebelum keduanya bertanding, babak semifinal juga mempertemukan Kevin Anderson dan John Isner. Apa boleh buat, laga ini berlangsung kelewat lama, 6 jam 36 menit. Akibatnya, pertandingan Djokovic melawan Nadal harus ditunda karena masalah waktu.
Akhir partai semifinal ini tidak berpihak pada Nadal. Petenis asal Serbia yang menjadi lawannya itu berhasil menuntaskan laga dengan kemenangan 6-4, 3-6, 7-6(9), 3-6, 10-8. Hasil ini membuyarkan mimpi Nadal untuk segera mengamankan gelar Grand Slam keduanya di musim 2018. Lantas, Amerika Serikat Terbuka 2018 menjadi satu-satunya jalan untuk menambah raihan Grand Slam sebelum musim berganti.
"Tidak ada yang saya keluhkan. Saya pikir, saya melakoni pertandingan dengan luar biasa. Tak ada lagi yang tersisa dari dalam saya di pertandingan itu. Saya sudah memberikan yang terbaik."
"Saya rasa, saya sudah melakukan pekerjaan yang hebat. Sulit untuk kembali bertanding setelah cedera dalam waktu yang cukup lama, dan menengok hasil yang saya dapat di Wimbledon, saya bangga pada diri sendiri," jelas Nadal dalam wawancara seusai laga, seperti dikutip dari Reuters.
Cedera yang dimaksud Nadal adalah masalah pada pergelangan tangan yang didapatnya pada 2016. Cedera itu lantas membuat sibuk berurusan dengan pemulihan selama kurang-lebih 11 bulan. Berbeda dengan raihan 11 gelar juaranya di lapangan tanah liat Roland Garros, Wimbledon belum menjadi turnamen yang karib dengan Nadal.

Novak Djokovic

Kalahkan Nadal, Djokovic ke final Wimbledon 2018. (Foto: Pool via Reuters)

Petenis yang berjuluk 'Raja Tanah Liat' ini baru dua kali memenangi Wimbledon, tepatnya pada 2008 dan 2010. Namun, Wimbledon 2011 menjadi kali terakhir ia menapak ke laga puncak. Waktu itu, Djokovic juga menjadi lawannya di final.
"Saya berani menegaskan bahwa ia (Djokovic) pantas untuk sampai ke final. Ya, menurut saya, ia memang layak. Tapi, sebenarnya saya juga pantas. Kami berdua layak untuk menang."
"Namun, seperti yang sudah saya katakan usai melawan Del Potro, siapa pun dapat menjadi pemenang. Hari ini, saya berkata hal yang sama. Hari-hari kemarin menjadi milik saya, hari ini menjadi milik Djokovic. Seperti itu saja," tegas petenis yang mengoleksi 17 gelar Grand Slam di nomor tunggal putra itu.
"Pertandingan seperti tadi adalah laga yang mempertemukan dua petenis hebat. Kami berdua bertanding dengan sangat baik. Jadi, segala sesuatunya bisa terjadi. Hari ini harinya Djokovic. Ia menuntaskan pertandingan dengan brilian. Tak ada lagi yang lain. Setelah ini, saya akan liburan dan tetap merasa bangga dengan diri saya sendiri," pungkas Nadal.


TenisSportsWimbledonRafael NadalNovak Djokovic

presentation
500

Baca Lainnya