Pencarian populer
5 Penyebab Anda Berkeringat saat Tidur di Malam Hari
Ilustrasi tidur nyenyak. (Foto: Thinkstock)
Banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa mereka bangun tidur dalam keadaan berkeringat. Padahal, AC kamar berfungsi dengan normal.
Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan keringat mengucur deras saat tidur di ruangan ber-AC. Biasanya, hal tersebut berkaitan dengan hormon yang ada di dalam tubuh Anda.
Lantas, apa saja penyebabnya?
1. Suhu kamar terlalu panas
Ilustrasi tidur dengan pulas. (Foto: Thinkstock)
Dituturkan oleh sleep specialist dan penulis buku 'The Sleep Solution: Why Your Sleep Is Broken and How To Fix It' W. Christopher Winter, M.D, idealnya suhu kamar saat tidur berada di angka 15 hingga 21 derajat Celcius. Jika di atas itu, suhu kamar akan terasa panas.
Selan itu, pakaian yang Anda pakai saat tidur juga bisa mempengaruhi tumbuhnya keringat. Misalnya, piyama berbahan flannel, atau bahan lain yang tidak menyerap keringat.
2. Anda memiliki hyperhidrosis (keringat berlebihan)
Ilustrasi Berkeringat (Foto: Thinkstock)
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), hyperhidrosis atau keringat berlebihan juga bisa terjadi bahkan saat Anda tidur. Hyperhidrosis hanya terjadi pada area tubuh tertentu, seperti telapak tangan, kaki, ketiak dan kepala. Meski hanya keringat, tetapi hal ini bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari Anda. Jika Anda merasa terganggu dengan hyperhidrosis, tak ada salahnya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Mengalami mimpi buruk
Mimpi buruk sebabkan keringat saat tidur (Foto: Thinkstock)
Jika keringat mengalir cukup banyak, mungkin saja Anda mengalami mimpi buruk. Jika Anda mengalami mimpi buruk dengan intensitas cukup sering, sebaiknya segera pergi ke dokter.
4. Tubuh Anda mengalami perubahan hormon
Ilustrasi perempuan minum air putih (Foto: thinkstock)
Salah satu penyebab timbulnya keringat saat tidur bagi perempuan adalah kadar estrogen yang naik turun. Hal ini bisa terjadi ketika Anda tengah hamil, menstruasi, atau tanda-tanda menopause.
Neomi Shah, M.D., Associate Professor, Pulmonary and Sleep Medicine, di Cahn School of Medicine Mount Sinai New York mengatakan bahwa berkeringat akibat menopause adalah hal yang tidak bisa diprediksi. Tetapi memang, menopause cenderung membuat tubuh menjadi lebih berkeringat dan mempengaruhi kualitas tidur Anda.
5. Anda mengkonsumsi obat antidepresi
Ilustrasi obat. (Foto: Pixabay)
Berkeringat saat tidur bisa terjadi kepada pasien yang meminum obat antidepresi. Neomi berujar, ada beberapa tingkatan obat tertentu yang dapat menyebabkan reaksi adrenergik yang berkaitan dengan tingkat adrenalin Anda dan menyebabkan berkeringat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: