Pencarian populer

6 Kebiasaan Sehat yang Ternyata Bikin Perut Kembung

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengalami perut kembung (Foto: Shutterstock)

Perut kembung merupakan salah satu permasalahan kesehatan perut yang dialami banyak orang. Seringkali, kita bahkan tidak tahu apa yang menjadi penyebab perut terasa kembung dan kadang disertai rasa mual.

Dilansir dari Coveteur, ternyata kebiasaan dan pola makan Anda yang sehat teryata malah bisa menjadi penyebab perut terasa kembung dan mengandung gas. Apa saja makanan sehat yang ternyata berisiko membuat perut kembung? Berikut daftarnya.

1. Kale

Sumber kalsium terdapat pada daun kale. (Foto: Thinkstock)

Kale sangat populer di kalangan vegetarian dan pencinta makanan organik. Kandungan nutrisi yang kaya seperti protein, zat besi dan antioksidan membuat sayuran hijau ini dinobatkan sebagai superfood. Namun ternyata ada penelitian yang mengungkapkan bahwa kale bisa menjadi penyebab perut kembung. Kale mengandung fructan yang tinggi, yaitu molekur fiber yang ditemukan di karbohidrat dan tidak bisa diserap oleh usus kecil. Ini artinya molekul tersebut berpindah ke ujung sistem pencernaan dimana nanti akan difermentasi oleh bakteri sehingga menyebabkan berbagai permasalahan perut, termasuk kembung.

Selain kale, beberapa sayuran lain yang mengandung fructan yang tinggi adalah Brussels sprout, kubis, beberapa jenis biji-bijian, bawang merah dan bawang putih. Jadi jika Anda mengalami perut kembung, coba kurangi konsumsi sayur-sayuran di atas.

2. Buah yang Anda konsumsi sebagai makanan pencuci mulut

Buah Berry Kaya Manfaat (Foto: Thinkstock)

Bangga akan diri sendiri ketika Anda memutuskan memilih sepiring buah daripada Tiramisu setelah makan malam? Tunggu dulu. Mungkin itu bukan keputusan yang benar-benar tepat.

Salah satu alasan mengapa buah termasuk kepada golongan makanan yang sehat adalah karena mereka mengandung vitamin, mineral, antioksidan dan serat. Gula dalam buah-buahan juga sangat mudah diserap oleh tubuh dan bisa menjadi energi instan untuk tubuh. Namun, jika Anda makan buah setelah sesi makan berat Anda, tubuh tidak akan bisa mencerna mereka setelah selesai mencerna makanan sebelumnya.

Ini membuat kandungan gula tinggal lebih lama di perut Anda, hingga kemudian berfermentasi dan memproduksi hydrogen gas. Hydrogen gas adalah yang membuat Anda sakit perut, kram dan membentuk gas di perut, hingga kembung.

3. Konsumsi Probiotik

Yogurt mengandung bakteri baik (Foto: Thinkstock)

Probiotik yang biasa terdapat pada yogurt atau asinan, atau teh kombucha yang mungkin baru saja Anda konsumsi terbuat dari berbagai bakteri berbeda yang berfungsi sebagai bakteri baik untuk usus kita. Probiotik termasuk makanan sehat yang sering sekali direkomendasikan oleh ahli kesehatan dan perut kembung atau permasalahan perut adalah kondisi yang bisa diperbaiki oleh probiotik. Tetapi sebenarnya probiotik bisa membuat masalah perut jadi lebih serius, tergantung kondisi mikrobiota Anda. Jika flora usus atau mikrobiota usus Anda tidak seimbang, mengkonsumsi probiotik harian yang mengandung berbagai jenis bakteria bisa membuat Anda kembung, banyak gas dan kram. Jika rasa tidak nyaman di perut benar-benar membuat Anda tidak nyaman, Anda bisa mengkonsumi probiotik yang hanya memiliki satu jenis bakteri saja. Setelah itu, jika Anda mulai merasa lebih baik, Anda bisa mencoba probiotik dengan bakteria lebih beragam.

4. Susu dari kacang-kacangan

Susu Almond (Foto: thinkstock)

Apapun alasan Anda memilih susu dari bahan kacang-kacang seperti Almond (mungkin karena Anda suka rasanya atau Anda adalah seorang vegan), susu jenis ini bisa jadi penyebab perut kembung yang Anda alami. Banyak brand susu almond saat ini menggunakan bahan yang dinamakan carrageenan, atau formula pengental yang diketahui menjadi penyebab berbagai masalah perut (termasuk usus buntu) dan menyebabkan kembung pada sebagian orang.

Namun itu tidak berarti Anda harus mengganti jenis susu Anda. Sebagai alternatif ada berbagau merek susu dari kacang-kacang yang tidak mengandung carrageenan. Anda hanya perlu mencari dengan lebih teliti.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: