Pencarian populer

Alasan Mengapa Anda Merasa Sedih setelah Berhubungan Seks

Merasakan kesedihan setelah berhubungan seks adalah hal yang wajar menurut penelitian. (Foto: Unsplash)
Pernahkah Anda merasa sedih setelah berhubungan seks?
Jika iya, jangan khawatir. Menurut penelitian, hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi pada perempuan dan laki-laki menurut beberapa penelitian.
ADVERTISEMENT
Para peneliti menyebut rasa sedih tersebut sebagai post-coital dysphoria (PCD), kondisi yang ditandai dengan perasaan sedih, kecemasan atau kesedihan setelah berhubungan seksual, bahkan ketika hubungan seks tersebut berlangsung dan berakhir dengan sangat baik. Kondisi tersebut bisa berlangsung selama lima menit hingga dua jam, tergantung masing-masing orang yang mengalaminya.
Dilansir dari Huffington Post, PCD juga disebut sebagai post-coital tristesse yang berarti kesedihan dalam Bahasa Prancis. Pada abad ke-17, Baruch Spinoza seorang ahli filsafat menjelaskannya bahwa ketika masa kenikmatan seksual terlewati, akan muncul rasa sedih yang mendalam setelahnya.
Banyak penelitian yang telah memeriksa tiga respon seksual manusia, yaitu excitement, plateau, orgasm, namun kebanyakan orang telah mengabaikan fase kesedihan yang dialami setelah berhubungan seksual.
Ilustrasi Masalah Seks Suami Istri (Foto: Shutterstock)
Namun hal tersebut mulai berubah. Sebuah studi pada tahun 2015 dalam Journal of Sexual Medicine, melaporkan hampir separuh dari perempuan yang diteliti mengalami PCD pada beberapa momen tertentu dalam hidup mereka, dan sekitar 5 persen mengatakan mereka merasakannya secara teratur dalam waktu satu bulan terakhir saat mereka mengikuti proses penelitian.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada bulan Juni 2015, sebuah studi baru telah dirilis dari peneliti yang sama yang menyatakan bahwa PCD juga dialami oleh laki-laki. Dalam sebuah survei online yang diikuti oleh 1.208 responden, terdapat 40 persen laki-laki yang mengatakan mereka juga mengalami PCD dan 4 persen di antaranya mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi secara rutin.
Menurut Robert Schweitzer selaku penulis utama dari kedua studi di atas dan seorang profesor psikologi di Queensland University di Australia, meskipun beberapa laki-laki melaporkan mengalami PCD, sangat sulit bagi para peneliti untuk mempelajarinya karena kebanyakan dari mereka enggan membicarakan rasa sedih yang dialami setelah berhubungan seks.
Ilustrasi laki-laki sedih (Foto: Thinkstock)
Alasan mengapa PCD sangat umum terjadi pada perempuan dan laki-laki, sebuah studi yang dilakukan kepada orang kembar mengatakan bahwa faktor genetika menjadi salah satu penyebabnya.
ADVERTISEMENT
Post-coital dysphoria juga sering dikaitkan dengan pelecehan seksual, trauma dan disfungsi seksual yang mungkin pernah dialami oleh seseorang yang kemudian dapat memicu kesedihan, tetapi itu tidak berlaku pada semua kasus. Pada sebuah penelitian terbaru, mayoritas laki-laki yang merasakan PCD tidak mengalami masalah tersebut dan sedang menjalani hubungan yang sehat dan memuaskan.
Schweitzer juga mengira PCD disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis. Secara fisik, orgasme mengaktifkan endorphins berlebih dan hormon baik lainnya, tetapi prolaktin neurokimia juga ikut dalam proses tersebut dan kemudian menghasilkan rasa sedih yang cukup intens. Secara psikologis, kesedihan tersebut merupakan hasil korelasi antara frekuensi PCD dan tekanan psikologis tinggi dalam aspek lain dari kehidupan seseorang.
Nikmati momen setelah berhubungan seks dengan berpelukan, berciuman, atau mengobrol. (Foto: Dok.Thinkstock)
Menurut Kimberly Resnick Anderson, Sex Therapist dari Los Angeles mengatakan bahwa yang perlu diingat adalah seks dapat memiliki arti yang berbeda dalam setiap perjalanan hidup seseorang. Dan dari beberapa penelitian yang ada juga mengungkapkan bahwa PCD merupakan sesuatu yang sangat natural terjadi pada manusia.
ADVERTISEMENT
Untuk menghindarinya, mungkin ada baiknya jika Anda tidak langsung pergi atau langsung meninggalkan tempat tidur untuk melakukan hal lain setelah berhubungan. Coba nikmati momen setelahnya dengan berpelukan, berciuman, atau bahkan mengobrol. Dengan begitu, risiko merasakan kesedihan setelah berhubungan seks dapat berkurang karena tergantikan dengan rasa senang atau bahkan perasaan kasih sayang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81