kumparan
3 Mei 2018 17:01 WIB

Demi Menonton Laga Sepak Bola, 5 Perempuan Iran Menyamar Jadi Pria

Penonton perempuan sepak bola Iran (Foto: Dok.Instagram @fari_perspolisi)
Sekelompok gadis asal Iran tengah menyita perhatian dunia maya. Pasalnya mereka menyamar sebagai laki-laki dengan mengenakan janggut dan rambut palsu agar dapat menonton tim sepak bola pujaannya, Persepolis.
ADVERTISEMENT
Pertandingan sepak bola yang dimenangkan Persepolis dengan melawan Sepidrood dengan skor 3-0 tersebut berlangsung di stadion Azadi, Teheran.
Foto para perempuan yang menyamar menjadi laki-laki tersebut ramai beredar di media sosial Persia dan Inggris.
Meskipun di Iran tidak ada larangan secara resmi bagi perempuan pergi ke pertandingan olahraga, namun sejak Revolusi Islam pada 1979, negeri para Mullah itu kerap melarang kaum perempuan menonton sepak bola di stadion.
Salah satu alasannya karena perempuan tidak diizinkan untuk melihat aurat laki-laki yang kerap memakai celana pendek saat menonton pertandingan olahraga. Selain itu juga, sebagai antisipasi jika perempuan dapat terpengaruh sikap kaum laki-laki yang terkadang melakukan sumpah serapah hingga cacian ketika menonton pertandingan.
ADVERTISEMENT
Dilansir BBC, seorang aktivis Inggris-Iran Ghoncheh Ghavami sempat ditahan setelah mencoba menonton pertandingan voli pria di Iran pada 2014 silam. Dan pada Maret 2018, sebanyak 35 perempuan ditahan karena mencoba menghadiri pertandingan sepak bola.
Namun, siapa sangka penyamaran para perempuan di stadion Azadi sukses mengelabui petugas terkait. Tercatat terdapat lima perempuan yang menyamar menjadi laki-laki dalam pertandingan sepak bola tersebut.
Penonton perempuan tersebut terlihat membawa bendera Persepolis warna merah dan mengangkat enam jari ke kamera.
Dikutip dari Al Arabiya, salah satu perempuan tersebut bernama Zahra, yang mengatakan pada koran olahraga setempat bahwa terdapat delapan anggota dari kelompoknya. Menurutnya, aksi penyamaran untuk memasuki stadion ini pernah dilakukan kelompok perempuan itu sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Foto-foto yang beredar di dunia maya, awalnya hanya ada di akun media sosial pribadinya. Namun kemudian beredar kemana-mana.
Surat kabar setempat, Khabar Varzeshi, juga sempat mewawancarai salah satu dari perempuan tersebut.
"Kami melewati gerbang pertama dan kedua secara berkelompok, dan petugas tidak ada yang tahu. Tapi begitu kami duduk di tribun, laki-laki disekeliling kami pun menyadarinya," ungkap salah satu wanita tersebut.
"Bahkan ada yang mengambil foto narsis bersama kami, mereka memuji kami untuk menghadiri pertandingan sepak bola. Hal menarik lainnya adalah semua orang yang tahu kami adalah perempuan tidak meneriakkan kata-kata kasar sepanjang pertandingan," imbuhnya lagi.
Dia juga menambahkan, beberapa laki-laki telah menemani kelompok perempuan tersebut untuk memastikan mereka baik-baik saja.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·