kumparan
4 Feb 2019 18:15 WIB

Diskusi Pangeran Harry dengan Seorang Anak yang Kehilangan Ayahnya

Pangeran Harry Foto: Dok. Kensington Royal
Saat Putri Diana meninggal dalam kecelakaan tragis pada 1997 silam, Pangeran Harry baru saja menginjak usia remaja, 12 tahun. Kepergian sang ibu, menyisakan luka kesedihan yang amat mendalam bagi dirinya. Bahkan, dalam wawancaranya bersama Hello! Magazine, Pageran Harry bercerita seberapa besar dampak kematian sang ibu mempengaruhi kondisi psikisnya. Ia mengaku sering mengalami serangan panik pasca kehilangan ibu tercinta. “Saya ingat saya merasa begitu mati rasa, tak terarah, dan pening. Saya merasa sangat, sangat bingung. Dan terus bertanya pada diri sendiri, ‘Kenapa saya? Apa yang saya lakukan? Kenapa ini terjadi pada kami?’” ungkap Pangeran Harry di film dokumenter BBC ‘Diana, 7 Days That Shook the World’.
ADVERTISEMENT
Namun, seiring berjalannya waktu, Pangeran Harry pun belajar untuk mengatasi rasa sedih kehilangan sosok tercintanya tersebut. Dan kini, segala hal yang terjadi dalam hidupnya, mengantarkan dirinya menjadi seseorang yang kuat, bertanggungjawab, dan protektif terhadap orang-orang yang dicintaianya, termasuk sang istri, Meghan Markle. Ketegarannya terbukti saat ia menghadiri kegiatan amal pada Jumat (1/2) lalu di Bristol, Inggris. Dalam rangkaian acara tersebut, tak disangka, Pangeran Harry bertemu dengan seorang anak bernama Iestyn Jones (12) yang kehilangan ayahnya tujuh tahun lalu, saat ia berusia 5 tahun. Dilansir People, mengetahui bahwa Jones adalah seorang yatim, Pangeran Harry pun meminta semua orang yang ada di ruangan untuk keluar terlebih dahulu. Membiarkan dirinya dan Jones dapat berdiskusi secara privat. Pangeran Harry mengungkapkan pada Jones, bahwa hal yang sama juga pernah terjadi padanya. Bedanya, kematian Putri Diana terjadi saat Pangeran Harry berusia 12 tahun, di usia yang sama dengan Jones saat ini.
Pangeran Harry Foto: Wikimedia Commons
"Pembicaraan kami cukup emosional. Ia mengetahui apa yang saya alami karena ia juga pernah merasakan hal tersebut. Kami mengobrol selama 10 menit. Saya tidak menyangka Pangeran Harry dan Meghan akan sebaik itu. Mereka adalah orang-orang yang baik," ungkap Jones kepada People. Jones sendiri merupakan salah satu anggota dari kelompok bernama Empire Fighting Chance, sebuah wadah untuk anak muda yang gagal dalam bersekolah dan kemungkinan menjadi pengangguran. Dalam program ini, anak-anak mendapat dukungan berupa pelatihan boxing, fitness, disiplin, dan kesehatan pikiran. Mengetahui bahwa Jones tertarik dengan boxing, Pangeran Harry kemudian mengungkapkan bahwa boxing menjadi salah satu wadahnya untuk melampiaskan dan mengatasi rasa sedih saat kehilangan Putri Diana. "Ia merasakan apa yang saya rasakan. Pangeran Harry amat baik. Bahkan, ketika sesi grup foto, ia memastikan bahwa saya berdiri di sebelahnya," tutup Jones.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan