kumparan
15 Mei 2018 11:51 WIB

Kiprah Wulan Sary sebagai Team Leader Lapangan di Industri Migas

Wulan Sary, Team Lead Rig Hub 1 Chevron Indonesia. (Foto: dok. Chevron Indonesia)
Sebagai sebuah perusahaan minyak dan gas Indonesia yang mendukung kesetaraan gender, Chevron Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung perempuan-perempuan Indonesia dalam memajukan industri minyak dan gas (migas) nasional. Di Chevron, karyawan perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk dapat berprestasi dan menduduki posisi-posisi penting. Hal ini disampaikan dalam siaran pers Chevron untuk merayakan Hari Kartini April 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit, Chuck Taylor, menjelaskan bahwa keberagaman dan inklusi merupakan salah satu nilai yang tertanam dalam filosofi perusahaan. Nilai keberagaman berarti setiap perbedaan, apapun bentuknya; ras, jenis kelamin, usia, agama, pendidikan, dan sebagainya, dihargai, dihormati dan dirayakan. Setiap individu juga diberikan kesempatan yang sama untuk dilibatkan dalam setiap aktivitas perusahaan.
Sebagai bentuk apresiasi, Chevron memberikan penghargaan kepada karyawan laki-laki dan perempuan inspiratif yang dinominasikan oleh seluruh karyawan Chevron di Indonesia.
“Di Chevron, karyawan merupakan aset terpenting. Unsur keberagaman karyawan yang datang dari berbagai latar belakang menjadikan Chevron sebuah perusahaan yang “kaya” sumber daya manusia. Kami meyakini lingkungan kerja yang beragam dan budaya inklusi akan memperkuat kinerja bisnis, mendorong inovasi, meningkatkan keterlibatan karyawan dan membawa kita pada keberhasilan bersama,” ungkap Chuck Taylor pada peringatan Hari Kartini di Chevron Indonesia 23 April lalu.
ADVERTISEMENT
Salah satu karyawan berprestasi yang menjadi teladan bagi karyawan-karyawan lain di Chevron adalah Wulan Sary, Team Lead Rig Hub 1 atau Pemboran & Kerja Ulang di Chevron Indonesia yang berlokasi di Duri, Provinsi Riau. Perempuan lulusan Teknik Kimia di ITB (Institut Teknologi Bandung) ini telah berkarier di dunia perminyakan selama 11 tahun, sejak tahun 2007.
Hingga saat ini, jumlah perempuan yang berkarier di industri migas belum banyak. Apalagi yang bekerja di lapangan Pemboran & Kerja Ulang seperti yang dilakukan Wulan.
Pada 2014, Wulan menerima penghargaan bergengsi pada Women Drilling and Completion (DC) Conference di Texas, AS. Ia dianugerahi Oustanding Global D&C Woman Award yang hanya diberikan kepada lima karyawan perempuan Chevron D&C dari seluruh dunia. Tak heran jika ia terpilih menjadi salah satu karyawan inspiratif di Chevron Indonesia.
ADVERTISEMENT
Berikut kutipan wawancara tim Chevron Indonesia dengan Wulan Sary mengenai kiprah kariernya di industri migas.
Wulan Sary, Team Lead Rig Hub 1 Chevron Indonesia. (Foto: dok. Chevron Indonesia)
Bagaimana awalnya tertarik dan mengapa memilih bidang kerja di sektor perminyakan?
Setelah lulus kuliah di jurusan Teknik Kimia ITB, saya mendengar cerita kakak kelas yang bekerja di dunia perminyakan tentang pekerjaannya yang sangat dinamis dan menantang. Cerita tersebut membuat saya penasaran dan ingin mencoba. Dan ternyata memang sektor perminyakan sangat menarik.
Lalu, sebagai pekerja perempuan seperti apa tantangan yang Anda hadapi bekerja di dunia perminyakan?
Dunia perminyakan memang didominasi oleh laki-laki. Namun di Chevron, kesetaraan gender dan keragaman sangat dijunjung tinggi sehingga tidak ada tantangan yang berarti sebagai perempuan yang bekerja di sini. Kesempatan untuk belajar, bekerja dan berkembang sama untuk setiap pegawai. Malah sebenarnya, sangat menarik bekerja di operasi pemboran dan kerja ulang, di mana rig beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kapan saja, kita bisa ditelpon untuk diskusi untuk isu operasi di rig. Mungkin tantangannya lebih ke menjaga keseimbangan antara bekerja, olahraga, istirahat dan waktu untuk keluarga, terutama pada saat baru saja memiliki bayi kecil.
ADVERTISEMENT
Tetapi itu tidak jadi masalah bagi saya karena di Chevron kami mendapat cuti 3 bulan setelah melahirkan dan fleksibilitas waktu untuk memberikan ASI, mengantarkan anak imunisasi dan sebagainya.
Apakah Anda pernah merasakan stereotip atau stigma tertentu bagi perempuan yang bekerja di bidang ini? Dan bagaimana Anda menghadapinya?
Apa ya? Stigmanya mungkin perempuan yang bekerja di bidang ini adalah perempuan “strong”. Bagi saya, tidak ada masalah, karena saya senang dianggap sebagai perempuan yang kuat.
Semakin ke sini, perempuan yang bekerja di bidang perminyakan juga semakin bertambah sehingga stigma-stigma yang ada perlahan memudar dengan beragamnya karakter perempuan yang bekerja di bidang ini.
Kami juga memiliki women network setiap distrik yang secara berkala mengadakan acara untuk perempuan yang bekerja di Chevron, baik untuk raman tamah, sharing tentang isu yang menarik maupun ajang berdiskusi sesama perempuan.
ADVERTISEMENT
Anda juga mengepalai suatu tim yang mayoritas adalah laki-laki, adakah kesulitan dan kendala? dan bagaimana cara Anda mengelola tim tersebut?
Saya mengepalai tim Rig Hub 1 di tim pemboran dan kerja ulang Chevron yang mayoritas pekerja dan kontraktornya adalah laki-laki yang pada umumnya sudah lebih berpengalaman dari saya dari sisi lama bekerjanya.
Kendala yang paling sering dialami adalah menjembatani perbedaan pandangan dan miskomunikasi. Tentunya selalu menjalin komunikasi menjadi salah satu kunci untuk kesuksesan tim.
Saya juga harus memahami karakter setiap bawahan saya dan menyesuaikan tugas yang dibebankan kepada setiap orang. Ada kalanya bersikap tegas, ada kalanya mendengar, memahami, dan ada kalanya memberikan masukan.
Wulan Sary, Team Lead Rig Hub 1 Chevron Indonesia. (Foto: dok. Chevron Indonesia)
Masih belum banyak perempuan yang menggeluti pekerjaan ini, terlebih menjadi manager. Dari pandangan Anda, mengapa belum banyak perempuan yang masuk ke dunia ini?
ADVERTISEMENT
Saya sendiri belum menjadi manager. Posisi saya adalah team leader, dua tingkat di bawah manager. Namun di Chevron, juga ada beberapa perempuan Indonesia yang sudah menjadi manager dan bahkan VP (vice president).
Menurut pendapat saya, itu semua kembali ke pilihan masing-masing perempuan. Perempuan memang bisa memilih antara berkarier di dunia kerja atau menjadi ibu rumah tangga. Ada perempuan yang merasa ingin mencapai karier tinggi di perusahaan, ada yang hanya ingin sekadar bekerja dan tidak ingin beban kerja lebih. Ada yang lebih tertarik untuk menggeluti bisnis sendiri di bidang yang menjadi hobinya, ada pula yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga murni.
Menurut pandangan saya, yang terpenting adalah perempuan itu bahagia dengan pilihannya, memberikan kontribusi dan bisa menjadi dirinya sendiri. Pada akhirnya, tentu semakin tinggi posisi yang diduduki, semakin tinggi pula tuntutan pekerjaan yang harus dipenuhi.
ADVERTISEMENT
Sepanjang bekerja, pengalaman menarik apa yang paling diingat dan paling berkesan?
Salah satu pengalaman menarik yang paling berkesan adalah pada saat saya menghadiri Women Drilling and Completion (D&C) Conference di Houston, Texas pada 2014. Di sana saya menerima penghargaan bergengsi dari VP D&C Global berupa Outstanding Global D&C Woman Award yang hanya diberikan kepada 5 orang pegawai perempuan Chevron D&C terpilih di seluruh dunia.
Bagaimana dukungan keluarga untuk Anda?
Saya sangat beruntung mendapat dukungan yang luar biasa dari suami dan anak-anak. Suami saya juga bekerja di Chevron, walaupun di tim yang berbeda. Jadi kami sering berdiskusi tentang pekerjaan dan cara menghadapi case sehari-hari di pekerjaan. Dukungan paling besar datang dari Ibu dan Ayah saya. Karna jasa dan pengorbanan ibu dan ayah, saya bisa terus berkarier di dunia pemboran.
Wulan Sary, Team Lead Rig Hub 1 Chevron Indonesia. (Foto: dok. Chevron Indonesia)
Bagaimana pembagian peran dengan suami dalam hal urusan rumah tangga atau urusan domestik lainnya?
ADVERTISEMENT
Suami sangat mengerti akan pekerjaan saya sehingga pembagian peran kami sangat fleksibel. Bahkan, sebenarnya suami saya lebih telaten dalam merapikan rumah dan mengurus anak-anak, sehingga saya sangat tenang saat harus melakukan perjalanan bisnis. Saya sangat beruntung mendapatkan suami yang berpandangan modern dan menjunjung kesetaraan gender.
Adakah pesan untuk perempuan yang tertarik di dunia perminyakan namun masih ragu terjun langsung karena sejumlah faktor?
Lakukan apa yang kita cintai. Jika tidak mungkin, cintailah apa yang kita lakukan.
Di zaman modern dan super cepat ini, jangan biarkan stereotip menjadi dasar pengambilan keputusan. Pastikan, tanyakan, cari infonya di berbagai media, lakukan klarifikasi dan kemudian buatlah keputusan yang paling cocok dengan aspirasi kita.
ADVERTISEMENT
Dunia perminyakan sangat menarik dan menurut saya, women-friendly kok. Selain itu, sektor perminyakan juga menawarkan remuneration yang sangat baik dibanding sektor lainnya. Memang sektor perminyakan akan selalu mengalami naik turun mengikuti perkembangan harga minyak, namun jika kita menyukai bidang ini, kita akan menikmati setiap perubahannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan