Pencarian populer

Liam Nikuro, Influencer Laki-laki Virtual Pertama Asal Jepang

Liam Nikuro Influencer Virtual asal Jepang. Foto: Instagram/@liam_nikuro

Baru-baru ini, jagat media sosial kembali menghadirkan seorang influencer virtual atau bukan manusia sungguhan. Ia adalah Liam Nikuro, influencer laki-laki virtual pertama asal Jepang yang diciptakan oleh 1sec Inc, yakni perusahaan yang mengembangkan teknologi manusia virtual.

Liam sendiri digerakkan oleh teknologi 3-D CG yang dapat memproyeksikan benda tiga dimensi virtual ke permukaan datar dengan ketajaman gambar yang tinggi. Teknologi ini umum digunakan dalam film live-action, animasi dan video game. Bahkan disinyalir, industri ini dapat menghasilkan keuntungan hingga USD 3,6 miliar atau setara dengan Rp 50 triliun.

Melansir WWD, pihak perusahaan 1sec Inc akan mengarahkan Liam Nikuro ke bidang musik, fashion dan hiburan. Ia akan terlibat dalam produksi berbagai konten multimedia yang dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence (AI)

"Mungkin Liam Nikuro sebatas influencer virtual, tetapi kami bertujuan membuat konten yang sama menariknya untuk menghibur orang di seluruh planet ini," ujar Genia, produser yang membiayai proyek Liam Nikuro seperti dikutip dari WWD.

Sejak peluncuran resminya pekan lalu, Liam memiliki hampir lima ribu pengikut. Liam dideskripsikan sebagai laki-laki kelahiran Los Angeles, yang lahir dari ibu keturunan Jepang dan ayah Amerika. Selain itu dalam sebuah sesi wawancara Q&A, Off-White dan Heron Preston adalah dua brand favoritnya. "Tapi Burberry garapan Ricardo Tisci juga keren," imbuh Liam.

Tak ketinggalan nama-nama seperti Bruno Mars, Justin Bieber, Drake Kendrick Lamar, The Notorious B.I.G., dan 2pac menjadi musisi idolanya. Ia juga menambahkan menyukai kosmetik dan produk kecantikan untuk laki-laki.

Kehadiran Liam pun membuatnya masuk ke dalam jajaran influencer virtual lainnya seperti Lil Miquela yang melabeli dirinya sebagai model di Instagram dan seorang musisi, kemudian ada Bermuda hingga Shudu model virtual untuk Balmain.

Dibuat dengan teknologi Computer Generated Iamgery (CGI), sosok Liam Nikuro tampak begitu nyata. Influencer virtual seperti Liam Nikuro dan Lil Miquela memang dirancang untuk menarik konsumen dalam industri hiburan dan fashion.

Diharapkan mereka dapat membuat investasi dalam ranah industri ini semakin naik. Juniper Research menunjukkan teknologi artificial intelligence yang dimiliki influencer virtual dapat menggeser bentuk pemasaran ritel dunia menjadi lebih menarik dan menguntungkan. Bahkan teknologi ini diprediksi dapat meraup keuntungan mecapai USD 12 miliar atau setara dengan Rp 169 kuadriliun pada tahun 2023.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33