Pencarian populer

Puber Terlalu Dini, Penyebab Maraknya Kasus Remaja Hamil di Luar Nikah

Banyak remaja hamil diluar nikah. (Foto: Thinkstock)

Di banyak negara berkembang, pertumbuhan penduduk secara perlahan terus melanju tak terkendali. Angka kelahiran semakin meningkat setiap tahunnya.

Menurut data yang dilansir oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), sejak 2017 pertumbuhan populasi dunia akan terpusat di sembilan negara. Seluruhnya merupakan gabungan dari negara maju dan berkembang. Antara lain India, Ethiopia, Republik Tanzania, Uganda, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Amerika Serikat, Pakistan, dan Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 262 juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dipapar oleh BKKBN ( Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), dalam setahun Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 1,59 persen, atau sekitar empat juta jiwa.

Dan mirisnya, sebagian besar penyumbang bayi di Indonesia berasal dari remaja di bawah umur. Fenomena serupa juga terjadi di seluruh dunia.

Lantas, apa yang jadi pemicunya?

Rencanakan kehamilan dengan baik. (Foto: Thinkstock)

Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM memberi jawaban sederhana terkait hal ini. Ketua Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) ini berpendapat bahwa semakin majunya usia pubertas jadi penyebab utama segala permasalahan.

"100 tahun yang lalu para buyut baru dapat puber pada usia 17 tahun. Tapi makin lama haid pertama makin muda, ada yang umur sembilan tahun sudah dapat haid," bebernya ketika dijumpai kumparan (kumparan.com) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/10).

"Bisa dibayangkan anak umur sembilan tahun hamil?" Ini membawa masalah. Umur dapat haid makin muda dan umur menikah makin tua, jurangnya makin besar, ini sumber segala-galanya," sambungnya lagi.

Biran menuturkan bahwa fenomena ini disebabkan oleh berbagai faktor. "Karena gizi. Gizi orang sekarang lebih baik dibanding dulu. Lalu dari rangsangan audio visual, apa yang didengar dan dilihat. Itu menyebabkan dia lebih cepat matang, karena diteruskan ke otak kecil," papar Biran.

Dengan jurang usia yang semakin besar, makin besar pula potensi manusia untuk melakukan hubungan seks sebelum menikah. Diakui Biran, dorongan ini merupakan respon alami yang ditunjukkan tubuh manusia ketika sudah matang secara seksual.

Dan sayangnya, kebanyakan remaja kesulitan menahan dorongan ini. Kondisi ini diperparah oleh minimnya edukasi seks dan sistem reproduksi pada anak.

Karena belum paham betul risikonya, banyak remaja yang akhirnya harus menanggung 'beban' akibat hamil diluar nikah. Padahal, mereka sama sekali belum siap dari segi mental, fisik, dan ekonomi.

Jika angka kehamilan tak terencana makin tinggi, otomatis populasi manusia akan semakin membludak. Ketidaksiapan remaja untuk menjadi orang tua tentunya akan berdampak pada buruknya kualitas keturunan yang dihasilkan.

Oleh karena itu, Biran tak bosan-bosannya menghimbau banyak pihak untuk coba memahami betapa pentingnya menggunakan kontrasepsi. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61