kumparan
13 Sep 2018 17:05 WIB

Rini Soemarno Buka Acara Temu Nasional Perempuan Indonesia di Yogya

Pemberian rekor MURI untuk Menteri BUMN Rini M. Soemarno, KOWANI, Kementerian BUMN, dan Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo. (Foto: Avissa Harness/kumparan)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno hadir dan memberikan sambutan dalam acara Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia sebagai bagian dari International Council of Women (ICW) 2018 di Hotel Grand Inna, Yogyakarta, hari ini (13/9).
ADVERTISEMENT
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 150 delegasi dari 18 negara anggota ICW, yaitu organisasi perempuan dunia yang berada di bawah naungan PBB. Para delegasi datang mulai dari Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Belgia, Fiji, Filipina, Finlandia, India, Korea Selatan, Lebanon, Malta, Papua Nugini, Prancis, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turki, Taiwan termasuk perwakilan dari Indonesia.
Dalam pidato sambutannya, Rini mengatakan bahwa pemberdayaan perempuan adalah salah satu upaya yang ditempuh oleh Indonesia untuk membuat perubahan, terutama pada sektor ekonomi.
“Kami menyadari bahwa salah satu faktor paling penting yang mendorong peningkatan ekonomi Indonesia adalah pemberdayaan perempuan. Riset dari Bank Dunia menyatakan bahwa perempuan pemegang bisnis di Indonesia memiliki angka yang sangat tinggi dibanding dengan negara-negara lain, terutama dalam sektor UMKM,” ungkap Rini saat memberikan sambutan di acara International Council of Women 2018.
Menteri BUMN Rini M. Soemarno rayakan pemberdayaan perempuan di acara International Council of Women 2018. (Foto: Avissa Harness/kumparan)
Selain itu, data dari International Labour Organization (ILO), juga mengungkap bahwa partisipasi perempuan di dunia kerja juga meningkat dari 35 persen di tahun 1990, naik menjadi 38 persen di tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Rini mengatakan akan memberikan ruang bagi perempuan untuk menjadi bagian penting dalam BUMN. Targetnya paling tidak di jajaran direksi BUMN akan ada satu atau dua perempuan yang menjabat.
Menteri berusia 60 tahun ini juga percaya bahwa perempuan memiliki kepercayaan diri yang besar dan mampu melakukan berbagai hal, serta dapat mendorong anak-anaknya untuk melakukan hal serupa. “Kami percaya bahwa jika kita memberdayakan perempuan, bukan hanya perempuan saja yang mendapatkan keuntungan. Tetapi seluruh anggota keluarga akan mendapatkan keuntungannya juga dan secara otomatis, negara juga akan meraih keuntungan,” tutupnya dengan bersemangat.
Acara ICW dimulai dengan pertemuan dewan direktur ICW pada 11-12 September 2018 lalu. Rangkaian acara kemudian diikuti oleh pembukaan sidang umum ke-35 ICW pada 13 September 2018 dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia pada 13-14 September 2018.
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo akan secara resmi memimpin pembukaan keseluruhan rangkaian acara ICW ini besok, Jumat 14 September 2018. Selanjutnya acara lainnya akan berlangsung hingga tanggal 20 September 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan