Pencarian populer

Sekolah Pangeran George Larang Muridnya Miliki Teman Favorit

Hari Pertama Pangeran George Masuk Sekolah (Foto: REUTERS/Richard Pohle)

Sudah hampir dua minggu berlalu sejak Pangeran George memasuki hari pertamanya di sekolah. Putra pertama dari Pangeran William dan Kate Middleton bersekolah di Thomas’s Battersea School.

Sekolah privat dan elit yang terletak di London ini memiliki segudang aktivitas nomor satu untuk murid-muridnya. Mulai dari klub olahraga cricket, golf, gimnastik, lari, berenang, karate, dan masih banyak lagi. Selain itu juga ada klub yang memiliki aktivitas seperti musik, seni dan drama, berkebun, bahasa Italia, dan lain-lain.

Loading Instagram...

Terkenal akan kualitas edukasi yang sangat baik, ada yang unik dari Thomas’s Battersea School ini.

Sekolah ini memiliki satu aturan unik yang melarang Pangeran George dan murid lainnya untuk memiliki sahabat atau teman baik. Bagaimana bisa?

Aturan ini dibuat bukannya tanpa alasan. Jane Moore, seorang panelis dari Loose Women menjelaskan tujuan dan makna sebenarnya dari penerapan aturan tersebut.

Jane menjelaskan bahwa Thomas’s Battersea School sangat mendorong murid-muridnya untuk bersikap ramah dan baik kepada semua orang. Mereka juga dilarang untuk memilih teman favorit di kelasnya.

Loading Instagram...

"Ada banyak tanda di mana-mana yang berkata 'be kind', itu merupakan etos sekolah. Mereka tak menginginkan kamu untuk punya teman baik," jelas Jane. Tujuannya, sekolah ini ingin agar muridnya memiliki pergaulan luas dan sehat.

Loading Instagram...

Juga ada aturan bagi setiap orang tua yang ingin merayakan hari ulang tahun anaknya. Jika ingin menggelar sebuah pesta, mereka wajib mengundang setiap anak yang ada di kelas. Seluruhnya, atau tidak sama sekali.

Meski Pangeran George merupakan calon pewaris takhta Kerajaan Inggris, hal ini tak membuatnya mendapatkan perlakuan khusus dari Thomas’s Battersea School.

Loading Instagram...

"Tugas kami (untuk Pangeran George), juga untuk seluruh murid kami, adalah menyediakan lingkungan yang aman, terpercaya, dan bahagia, di mana ia merasa didukung oleh komunitas yang baik dan saling menyayangi satu sama lain," jelas Ben Thomas, sang kepala sekolah.

"Itulah yang akan kami upayakan dengan maksimal untuknya. Tak akan ada perlakuan spesial apapun," tutup Ben.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23