Pencarian populer

Tak Sekadar Mengharumkan Tubuh, Parfum Juga Bisa Membangkitkan Ingatan

Wangi parfum menentukan kepribadian seseorang. (Foto: Thinstock)

Parfum menjadi salah satu barang yang wajib ada di dalam tas kita. Selain menjaga tubuh tetap wangi, parfum juga akan membuat setiap orang menjadi lebih percaya diri.

Lalu, saat memutuskan sebotol parfum, pernahkah kamu menyemprotkannya dan mencoba menebak bau apa saja yang ada di dalam kandungannya? Kamu akan menebak denga tepat jika bau-bauan itu familiar pada ingatanmu. Itu lah yang dikemukan Melina Paulina Tandjung, Co-founder Scentline, di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City pada jumpa pers dan Workshop Apresiasi Parfum kemarin (13/12).

Tanpa disadari, bau-bauan di sekitar kita membangkitkan suasana hati dan ingatan tertentu. Berdasarkan riset, terdapat hubungan yang kuat antara bau-bauan dan ingatan.

Ilustrasi Parfum (Foto: Dok. Pixabay)

Hidung yang paling kuat menanamkan memori pada otak kita, yakni sebesar 35 persen. Sedangkan panca indera lain persentasenya lebih kecil. Indra penglihatan kita membentuk ingatan sebesar 5 persen, jari atau indera peraba sebesar 1 persen, dan indera pendengaran kita sebesar 2 persen.

“Saat kita mencium wangi-wangian, ia akan membangkitkan ingatan pada diri kita. Latar belakang budaya dan ingatan masa kecil juga sangat memengaruhi kita untuk mengenali bau-bauan tertentu,” ujar Paulina, panggilan akrabnya.

Misalnya saat mencium bau rokok, hal itu mengingatkan kita pada kakek atau kerabat yang meninggal karena kanker paru-paru. Lalu saat mencium wangi bunga melati, mengingatkan kita pada kebun kecil di rumah orangtua.

Selain memaparkan kaitan bau dan memori, dalam workshopnya, Paulina juga meminta audiens menciptakan parfum kreasi sendiri. Mereka diminta mencampurkan formula-formula yang terdiri atas tiga layer parfum atau pefume notes.

“Ada tiga layer dalam parfum, yakni top notes, middle notes, dan base notes. Layer itu dikategorikan berdasarkan karakter bau-bauan yang dikandungnya,” tambah Paulina.

Ilustrasi Parfum (Foto: Dok. Pixabay)

Layer pada parfum menentukan bau yang tercium dalam jangka waktu tertentu setelah diaplikasikan. Top notes adalah yang paling pertama tercium, biasanya diambil dari wangi buah-buahan.

Middle notes tercium 10 menit setelah parfum diaplikasikan, karakternya cocok dengan wangi bunga. Sedangkan base notes tercium sekitar sejam setelah diaplilkasikan dan bau yang paling tahan lama. Wangi itu biasanya diambil dari bau akar-akaran.

“Meracik parfum itu seperti menyusun musik orchestra. Semua instrumen punya karakter dan disatukan menjadi harmoni yang pas,” tutur Paulina.

Setelah menuangkan top, middle, dan base notes sesuai jumlah tetesan yang diinstruksikan, audiens kemudian diminta untuk memberi nama pada parfum kreasinya. Parfum buatan masing-masing peserta boleh dibawa pulang untuk mengingatkan pelajaran yang didapat pada workshop tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23