Pencarian populer

Time Umumkan Daftar Perempuan Paling Berpengaruh Dunia, Siapa Saja?

Alexandria Ocasio-Cortez, Taylor Swift, dan Jacinda Ardern masuk dalam daftar orang paling berpengaruh versi majalah TIME tahun 2019. Foto: Joshua Roberts/ REUTERS, Chris Delmas/ AFP, Edgar Su/ REUTERS

Peran media menjadi sangat penting dalam mengatasi isu kesetaraan gender. Isu tersebut dapat diatasi dengan bantuan media dalam menghadirkan sosok perempuan-perempuan inspiratif di seluruh dunia.

Seperti yang dilakukan oleh majalah TIME misalnya. Setiap tahunnya, mereka memilih 100 sosok paling berpengaruh di dunia dan tahun 2019 ini merupakan tahun ke-16 bagi Time 100.

Dalam daftar ini, terlihat banyak sekali perempuan dunia yang mendominasi dalam setiap kategori. Mereka datang dari beragam profesi, mulai dari bintang film, atlet, politikus, pemimpin negara, hingga musisi.

Siapa saja sosok-sosok perempuan hebat itu? Berikut kumparan telah merangkum secara singkat tujuh perempuan dunia yang terpilih sebagai orang paling berpengaruh versi majalah TIME di tahun 2019.

1. Taylor Swift

Taylor Swift Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Sejak tahun 2017 lalu nama Taylor Swift tak hanya dikenal sebagai penyanyi atau karena drama kisah asmaranya. Keberanian Taylor dalam mengungkap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh David Mueller, mantan penyiar radio Kygo terhadap dirinya pada tahun 2013 lalu berhasil membuat banyak perempuan berani untuk melaporkan kasus-kasus seksual yang mereka. Karena itu, pelantun lagu Bad Blood ini juga pernah masuk dalam daftar Silence Breakers yang juga dibuat oleh TIME di tahun 2017.

Di tahun 2019 ini, Taylor menjadi salah satu orang paling berpengaruh versi majalah TIME. Ia dinilai menjadi ikon dalam industri musik karena kemampuannya dalam menciptakan lagu-lagu yang dapat merepresentasikan perasaan banyak orang.

2. Michelle Obama

Michelle Obama Foto: Pablo Martinez Monsivais/AP Photo

Sosok Michelle Obama memang sudah semestinya masuk dalam jajaran orang paling berpengaruh di seluruh dunia. Saat menjadi ibu negara, ia dikenal akan kepeduliannya terhadap isu kesetaraan, keberagaman, dan isu-isu penting lainnya.

Pada November 2018, ia merilis buku memoar yang menceritakan kisah masa kecil Michelle di South Side of Chicago. Ia juga menulis mengenai pasang surut kehidupan dengan suaminya Barack Obama yang terpilih sebagai presiden Amerika Serikat selama dua periode.

Keterbukaannya dalam menuturkan berbagai dilema yang ia hadapi sebagai perempuan karier dan ibu rumah tangga berhasil menjadi menginspirasi pembacanya di banyak negara. Kini Becoming telah menjadi buku otobiografi paling populer di seluruh negara.

3. Alexandria Ocasio-Cortez

Alexandria Ocasio-Cortez Foto: ANDREW KELLY

Perempuan 29 tahun yang akrab disebut AOC ini menjadi Congresswoman termuda di jajaran kongres Amerika Serikat. Ia tak gentar dan sangat tegas dalam melawan dan menyampaikan fakta-fakta terkait isu lingkungan, terutama soal perubahan iklim yang dianggap telah mengubah citra politik di negeri Paman Sam.

Pada 7 Februari 2019, AOC mengajukan legislasi pertamanya, yaitu Green New Deal, ke Senat AS. Ia dan rekannya Senator Ed Markey merilis resolusi bersama untuk menghapuskan penggunaan bahan bakar fosil dan merombak infrastruktur negara. Mereka kembali mengangkat penerapan ‘Social cost of carbon’ yang merupakan bagian dari rencana pemerintahan Obama untuk mengatasi perubahan iklim dan mengantarkan Amerika Serikat menjadi negara yang 100 persen menggunakan sumber energi terbarukan tanpa emisi.

4. Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND

Jacinda Ardern merupakan perdana menteri perempuan ketiga di Selandia Baru dan menjadi kepala negara perempuan termuda di dunia yang dilantik saat berusia 37 tahun. Sosok Jacinda semakin menarik perhatian dunia karena menjadi pemimpin pertama dalam sejarah dunia yang mengambil cuti melahirkan selama 6 minggu.

Baru-baru ini, namanya kembali menjadi sorotan karena ketegasannya dalam menyikapi kasus penembakan yang terjadi di masjid Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu. Selain itu, keberaniannya untuk muncul di hadapan publik dan mengenakan hijab untuk bertemu keluarga korban usai penembakan dinilai telah menjadi simbol dari keberagaman di tengah krisis yang terjadi.

5. Sandra Oh

Sandra Oh di Golden Globes 2019 Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Pemeran Eve dalam serial Killing Eve ini menjadi perempuan keturunan Asia pertama yang berhasil memenangkan kategori pemeran utama di ajang penghargaan Golden Globes. Tak hanya itu, Sandra juga merupakan perempuan Asia pertama yang menjadi pembawa acara pada Oscars 2019. Ia pun terpilih menjadi salah satu orang paling berpengaruh versi majalah TIME dalam kategori pelopor.

6. Naomi Osaka

Naomi Osaka juara tunggal putri Australia Terbuka 2019. Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Perempuan 21 tahun ini berhasil menjadi juara di nomor tunggal putri Amerika Serikat (AS) Terbuka 2018. Gelar juara Grand Slam pertamanya ini ia raih usai mengalahkan Serena Williams yang juga menjadi idola dan pahlawan masa kecilnya.

Keberhasilan tersebut menjadikannya sebagai petenis Jepang pertama yang meraih gelar Grand Slam di kategori senior, baik nomor tunggal putri maupun putra. Meski tak begitu didukung oleh masyarakat Jepang karena berdarah campuran, namun prestasi gemilang Naomi tak luput dari perhatian dunia dan penggemar yang terus menyemangatinya.

7. Alex Morgan

Pemain Sepak Bola Perempuan Amerika Serikat, Alex Morgan Foto: REUTERS/Lucy Nicholson

Pemain sepak bola perempuan AS, ini tak hanya tampil cemerlang di lapangan, tetapi juga peduli terhadap isu kesetaraan. Alex Morgan menjadi satu dari tiga perempuan yang mewakili tim sepak bola perempuan AS untuk menggugat US Soccer Federation (USSF), badan pemerintahan resmi yang menaungi tim sepak bola nasional perempuan dan laki-laki di AS saat perayaan International Women’s Day 2019 pada 8 Maret lalu. Hal ini dilakukan lantaran USSF dianggap melakukan diskriminasi gender selama bertahun-tahun terhadap tim sepak bola perempuan di Amerika.

Komitmennya sebagai pemain baik di dalam maupun di luar lapangan dianggap mampu menginspirasi banyak perempuan muda untuk bisa turut berprestasi di dunia sepak bola.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23