kumparan
28 Des 2018 16:06 WIB

Tips Jitu Membangun Bisnis dengan Pasangan

Membangun bisnis dengan pasangan. (Foto: Shutterstock)
Tak semua pasangan punya pendapat yang sama bahwa membangun bisnis bersama adalah ide brilian. Banyak pasangan yang menilai, membangun bisnis bersama biasanya akan rentan terhadap konflik karena adanya peran yang silih berganti, yaitu: sebagai pasangan dan rekan profesional. Namun faktanya, di lapangan banyak juga pasangan yang berpacaran atau bahkan berstatus suami istri berhasil membangun bisnis.
ADVERTISEMENT
Salah satunya adalah usaha yang dirintis oleh Rachma Meiga Astria dan pasangannya Aldrianka. Sepasang kekasih ini mendirikan label sendalan yang bergerak dalam kreasi sandal untuk perempuan sejak tahun 2014 silam.
Rachma Meiga Astria dan Aldrianka. (Foto: Dok. Sendalan)
Beberapa waktu lalu kumparanSTYLE berkesempatan berbincang dengan Rachma Meiga, ia berbagi cerita seputar lika-liku membangun bisnisnya bersama pasangan. Perempuan yang biasa disapa Meiga ini pun berbagi tips dan kiat jitu untuk membangun bisnis dengan pasangan. Apa saja?
1. Sepakati tujuan bersama
Ilustrasi Pasangan (Foto: Thinkstock)
Hal yang paling penting dilakukan sebelum memulai bisnis dengan pasangan adalah dengan menyepakati tujuan bersama, mulai dari visi, misi dan alasan dalam mebangun bisnis bersama pasangan.
"Misalnya saya dan Fanka membangun bisnis ini bermula dari kebutuhan akan perlunya memiliki 'bujet pacaran' untuk hangout, jalan-jalan, makan pokoknya bujet saat sedang menghabiskan waktu bersama. Tanpa mengganggu keuangan pribadi, akhirnya tercetuslah ide membuat bisnis bersama," papar Meiga.
ADVERTISEMENT
Bila tujuan dan visi misi sudah jelas dan menjadi kesepakatan yang bulat, membangun bisnis pun akan jauh lebih mudah.
2. Bersikap profesional
Ilustrasi perempuan karier. (Foto: Thinkstock)
Bersikap profesional dengan pasangan kerap menjadi tantangan tersendiri. Kedekatan sebagai pasangan sebenarnya bisa menjadi modal yang memudahkan Anda berkomunikasi dan memahami satu sama lain sebagai rekan bisnis.
Namun hati-hati! Kedekatan tersebut juga rentan membuat profesionalisme pudar. Cara mengatasi jebakan ini, Meiga menekankan agar satu sama lain saling terbuka.
"Biasanya saya dan Fanka saling terbuka, bagaimana posisi kami saat berperan sebagai partner bisnis dan kapan bertindak sebagai pasangan. Karena kami sadar misalnya saat sedang ada masalah dalam hubungan itu akan berdampak juga dengan bisnis yang kami jalankan. Oleh karena itu ini menjadi tantangan tersendiri, tapi dengan keterbukaan dan komunikasi yang baik semuanya akan berjalan baik-baik saja," jelas Meiga.
ADVERTISEMENT
3. Berbagi peran yang jelas
Selalu ada untuknya (Foto: Thinkstock)
Melakukan pembagian peran yang jelas antara Anda dan pasangan dalam lingkup usaha yang dirintis adalah hal yang penting. Berbagi peran yang jelas akan memudahkan Anda dan pasangan untuk fokus pada peran dan tanggungjawab masing-masing dalam bisnis.
Sebagai cotoh misalnya, Anda bertindak mengurus bidang operasional dan produksi. Sedangkan pasangan Anda memiliki andil dalam bidang pemasaran dan pengembangan bisnis.
4. Saling pengertian dan memahami karakter pasangan
Pasangan. (Foto: Thinkstock)
"Waktu awal saya pacaran dengan Fanka, kami adalah pasangan yang saling tidak jaim. Jadi saya tahu dia karakternya gimana dan sebaliknya pun dia juga seperti itu. Saling pengertian adalah kunci yang membuat hubungan dan bisnis kami terus berjalan hingga sekarang," jelas Meiga.
ADVERTISEMENT
Bersikap profesional dengan memisahkan perasaan dan urusan pekerjaan memang menjadi tantangan tersendiri.
"Misalnya saja dalam hubungan pacaran pertengkaran itu kan hal yang lumrah terjadi. Biasanya untuk meredamnya dan agar tidak mempengaruhi sendalan, kami cenderung untuk menenangkan diri masing-masing, baru jika sudah tenang baru bertemu lagi. Disini amat dibutuhkan rasa saling pengertian dan memahami karakter pasangan masing-masing," tutup Meiga.
Nah, bagaimana dengan Anda, berani coba membangun bisnis dengan pasangan?
Simak cerita perempuan inspiratif lainnya di topik sheinspiresme.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan