Pencarian populer

Tips Memilih Celana Dalam yang Sesuai untuk Olahraga

Celana dalam (Foto: Thinstock)

Masih banyak perempuan yang belum memahami bahwa pakaian dalam, khususnya celana dalam yang digunakan untuk berolahraga sejatinya berbeda dengan celana dalam yang dipakai sehari-hari.

Celana dalam untuk berolahraga biasanya terbuat dari material yang lebih lembut dan melar serta mampu menyerap keringat. Yang lebih penting lagi, celana dalam tersebut dapat melindungi daerah kewanitaan dari bakteri dan yeast yang muncul di area tubuh basah dan lembab sehingga menyebabkan infeksi vagina.

Pilih celana dalam untuk dari bahan yang menyerap keringat dan anti bakteri. (Foto: dok. Victoria Secret)

Jika Anda melakukan yoga atau pilates menggunakan legging ketat, pilih celana dalam jenis high-waisted yang terbuat dari material nilon yang ringan dan tidak akan jatuh atau kendur saat Anda berolahraga. Sedangkan Anda yang selalu berkeringat banyak di sekujur tubuh saat berolahraga, sebaiknya pilih celana dalam yang materialnya ringan serta mampu menyerap keringat dan tidak menimbulkan bau saat dipakai.

Untuk Anda yang gemar melakukan squat atau deadlift, pilih celana dalam dengan model thong yang memiliki pinggiran karet lebih tebal dan terbuat dari bahan yang berlubang-lubang kecil agar daerah kewanitaan Anda bisa bernapas.

Celana dalam untuk olahraga (Foto: dok. Reebok)

Anda gemar berolahraga tiga kali seminggu? Pilih celana dalam dengan model seamless berbahan katun yang stretchy. Sedangkan Anda yang suka berlari sebaiknya memiliki celana dalam seamless yang mampu menutup bokong dengan sempurna serta terbuat dari material anti keringat, anti bakteri dan nyaman digunakan sepanjang hari.

Bagi Anda yang gemar berolahraga menggunakan celana pendek, pilih celana dalam dengan model bikini yang tidak akan terekspos saat Anda aktif bergerak. Sebaiknya, hindari pakaian dalam, termasuk bra dan celana dalam yang terbuat dari material lace, satin, atau sutra. Bahannya yang tipis tidak mampu menyerap keringat dan justru membuat area kewanitaan menjadi gatal akibat lembab dan tidak ada udara yang masuk.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.41