kumparan
13 Des 2017 7:15 WIB

Video: 5 Tips Menghindari Lowongan Pekerjaan yang Mencurigakan

Video
Memasuki pergantian tahun, mulai banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Lowongan ini seakan membawa angin segar bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, saat ini lowongan yang tersedia kadang tak sebanding dengan banyaknya pelamar yang melamar pekerjaan. Bisa dikatakan, satu posisi harus bersaing dengan puluhan, bahkan ratusan orang.
Hal inilah yang kadang membuat banyak orang harus ekstra tenaga dalam mencari pekerjaan. Tak jarang, mereka juga mencoba mencari pekerjaan lewat iklan lowongan yang dimuat di koran-koran. Padahal, banyak perusahaan bodong yang memasang iklan lowongan tersebut dan akhirnya meraup keuntungan dari pencari kerja.
Salah-salah, untung tak dapat diraih, malang pun tak dapat ditolak. Bukannya mendapat pekerjaan, justru uang lenyap karena penipuan tersebut. Kamu tidak ingin seperti ini, bukan?
Untuk itulah, kumparan (kumparan.com) merangkum lima tips agar kamu selalu waspada dengan tawaran pekerjaan yang dirasa mencurigakan. Apa saja?
ADVERTISEMENT
1. Jangan Mudah Terhanyut oleh Tawaran yang Menggiurkan
Pastikan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan (Foto: Thinkstocks)
Tawaran yang tidak membutuhkan pengalaman memang seringkali kita temukan. Tentu, hal ini sangat wajar, mengingat banyak pekerjaan yang dikhususkan untuk fresh graduate.
Namun, kamu perlu curiga apabila pekerjaan tersebut memiliki prosedur yang terlalu mudah. Seperti, tidak mencantumkan kriteria latar belakang pendidikan, tidak perlu memiliki pengalaman bekerja, dan tidak ada syarat keahlian khusus untuk pekerjaan tersebut. Tak lupa, kamu patut curiga pada perusahaan yang terkesan terburu-buru dalam perekrutan tanpa prosedur dan proses yang jelas.
Apalagi, jika gaji yang ditawarkan besar, namun prosedur terlalu mudah. Kamu perlu waspada, ya!
2. Jangan Memberikan Informasi Personal secara Bebas
Ilustrasi diskusi dalam pekerjaan (Foto: Dok.Pixabay)
Saat melamar pekerjaan, memang penting untuk mengirimkan informasi pribadi secara terbuka. Namun, kamu perlu hati-hati untuk tidak memberikan informasi yang terlalu bersifat sensitif. Seperti, nomor rekening bank, nomor KTP, dan informasi kartu kredit.
ADVERTISEMENT
Disarankan, untuk jangan memberikan informasi sensitif, apalagi saat kamu belum pasti akan diterima di perusahaan tersebut.
3. Perhatikan Email dan Website Perusahaan
Ilustrasi Email (Foto: Dok. Pixabay)
Ini adalah hal yang juga sangat penting. Pastikan kamu mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut melalui website resmi.
Tak masalah apabila menemukan info tersebut melalui situs pencari kerja, koran, atau media lainnya, asalkan kamu melakukan klarifikasi tambahan. Cek website resmi perusahaan yang akan kamu lamar.
Perhatikan juga email dari perusahaan yang akan kamu lamar. Tentunya, perusahaan yang baik akan menggunakan domain pribadi perusahaan tersebut. Contoh,lamar@namaperusahaan.com, dan bukan menggunakan domain yang gratis.
4. Katakan Tidak saat Perekrut Meminta Uang
Ilustrasi memberi uang (Foto: Dok. Pixabay)
Ini adalah hal yang harus kamu tolak secara langsung. Apabila mereka menjanjikan bahwa uang itu akan kembali, jangan mudah percaya.
ADVERTISEMENT
Logikanya, kamu bekerja untuk dibayar, bukan kamu yang justru membayar. Modus seperti ini seringkali ditemukan, maka dari itu, kamu harus berhati-hati, ya!
5. Klarifikasi pada Perusahaan Mengenai Pekerjaan yang Ditawarkan
Berhati-hatilah dalam memilih pekerjaan. (Foto: Pixabay)
Untuk menghindari berbagai bentuk penipuan, tentu hal yang paling benar adalah bersifat kritis dan klarifikasi tentang pekerjaan yang kamu lamar. Apabila dirasa terlalu mencurigakan, maka tidak ada salahnya untuk menelpon perusahaan tersebut dan memastikan secara langsung mengenai pekerjaan yang akan kamu lamar.
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu pernah mengalami modus penipuan dalam pekerjaan? Selalu waspada, ya!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan