Pencarian populer

200 Karyawan Perempuan Google Mau Demo soal Isu Pelecehan Seksual

Seorang pria berolahraga di sekitar kantor Google di Beijing. (Foto: REUTERS/Thomas Peter)

Sekitar 200 karyawan Google kabarnya sedang merencanakan aksi walkout yang akan digelar sebagai bentuk protes terhadap perusahaan. Mereka memprotes langkah Google dalam menerapkan perlindungan terhadap karyawannya yang mengalami pelecehan seksual.

Menurut laporan Buzzfeed, aksi protes ini kemungkinan bakal digelar para karyawan Google tersebut pada Kamis (1/11) mendatang.

Belum lama ini muncul laporan pelecehan seksual oleh sang kreator Android, Andy Rubin, terhadap salah satu karyawan Google. Raksasa mesin pencari internet itu telah melakukan investigasi atas tuduhan tersebut.

Meski Rubin sempat mengelak terkait tuduhan tentang dirinya pernah meminta karyawan untuk tidur bersamanya di sebuah kamar hotel, namun hasil investigasi menyatakan bahwa laporan tersebut kredibel.

Andy Rubin (Foto: Essential)

Yang membuat para karyawannya geram, Google dikabarkan diberi pesangon sebesar 90 juta dolar AS atau setara Rp 1,3 triliun pada 2014 lalu kepada Rubin, saat dirinya keluar dari Google. Angka tersebut dinilai terlalu besar bagi seorang pelaku pelecehan seksual sekalipun ia adalah seorang petinggi perusahaan.

“Sejujurnya saya marah. Saya rasa ada pola laki-laki yang memiliki kekuasaan yang melakukan perilaku buruk terhadap perempuan di Google. Jika mereka tidak menuruti, maka mereka akan mendapatkan hukuman atau mereka yang kuat dibuang namun diberikan parasut emas, seperti Andy Rubin," ujar seorang karyawan Google yang menolak disebut namanya, kepada Buzzfeed.

Pekan lalu, eksekutif Google mencoba menjelaskan perlakuan perusahaan terhadap Rubin dan meminta maaf kepada seluruh karyawan. Namun, para karyawan perempuan Google masih merasa geram dan mulai merancang rencana walkout dalam forum internal.

Beberapa bulan terakhir mereka merasa gerah dengan sejumlah keputusan yang dibuat oleh pimpinan mereka, selain kasus pelecehan seksual. Hingga akhirnya mereka membuat kampanye walkout dan mengajak karyawan lain lewat email. Tak disangka gerakan ini mendapatkan dengan cepat mendapatkan perhatian dari 200 orang.

CEO Goolge dalam konpers teknologi. (Foto: AP)

CEO Google Sundar Pichai sebelumnya telah mengatakan bahwa perusahaan memberikan tempat yang aman bagi karyawannya untuk bekerja. Ia tidak akan memberikan pelaku tindakan asusila dapat keluar dengan nyaman dari perusahaannya. Kabarnya, Pichai juga mendukung wacana walkout ini.

"Beberapa dari kalian telah membangun ide-ide untuk bagaimana kami dapat meningkatkan kebijakan kami ke depannya. Saya menerima semua tanggapan dari kalian sehingga kami dapat menjadikan ide-ide ini menjadi tindakan," tulis Pichai, dalam email kepada para pegawainya.

Ia menyatakan dalam email itu tim HR Google akan mendukung agar aksi walkout itu berjalan lancar.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23