Pencarian populer

4 Perubahan yang Dilakukan Facebook untuk Linimasa yang Lebih Bermakna

CEO Facebook, Mark Zuckerberg ketika berbicara di forum APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) CEO Summit (Foto: Reuters)

CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, akan melakukan perubahan besar pada linimasa alias News Feed di platform media sosialnya mulai tahun 2018. Perubahan ini berpotensi mengubah cara orang berinteraksi di jaringan sosialnya.

Zuckerberg ingin memastikan pengguna tidak sia-sia menghabiskan waktunya di Facebook. Diharapkan perubahan ini akan membantu pengguna Facebook, yang lebih dari 2 miliar pengguna bulanan, menemukan konten yang bisa menimbulkan interaksi sosial yang lebih bermakna.

Untuk lebih jelasnya, berikut empat rangkuman rencana perubahan Facebook yang dimaksud Zuckerberg.

1. Facebook Ingin Pengguna Dekat dengan Teman dan Keluarga

Di statusnya, Zuckerberg menyinggung linimasa Facebook saat ini sudah tidak berimbang. Terlalu banyak postingan publik daripada postingan teman dan keluarga.

Oleh karena itu, Facebook akan memperbaiki algoritma linimasa dan memperbanyak menampilkan unggahan foto liburan teman, video perkumpulan keluarga, dan konten sejenisnya, dengan harapan bisa mendekatkan pengguna dengan teman dan keluarganya sehingga terjadi interaksi sosial di Facebook.

Mendidik anak gunakan media sosial dengan bijak (Foto: Thinkstock)

2. Mengurangi Postingan Iklan dan Berita

Facebook dikritik pengguna karena linimasanya teralihkan dengan banyaknya postingan iklan, bisnis, dan media. Kondisi tersebut melenceng dari misi awal Facebook sebagai jaringan pertemanan yang mendekatkan pengguna dengan orang-orang tersayangnya.

Tidak ingin terus dikritik komunitasnya, Facebook bakal mengembalikan keseimbangan linimasa dengan mengurangi postingan berita, video hiburan, serta iklan produk. Konten berita atau video hiburan memang bisa menimbulkan percakapan terkait isu penting. Namun, jika itu dilakukan setiap hari, diklaim Facebook hanya menghasilkan pengalaman pasif.

Hapus sejenak media sosial (Foto: Thinkstock)

3. Postingan Teman dan Keluarga Lebih Berfaedah

Facebook percaya bahwa memperbanyak status dari teman dan keluarga membuat linimasa pengguna menjadi lebih bermakna. Itu mereka buktikan melalui studi internal yang dilakukan Facebook bersama peneliti lain dari berbagai universitas.

Studi Facebook menyebutkan, ketika menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan orang tercinta membuat kita lebih bahagia. Sebaliknya, membaca artikel dan menonton video terlalu sering dinilai tidak baik untuk psikologi kita, sekalipun itu menghibur atau informatif.

Platform media sosial Facebook. (Foto: Thomas White/Reuters)

4. Selamat Tinggal Berita Hoax

Beberapa bulan terakhir, Facebook telah memicu kontroversi hingga menjadi sorotan publik. Mereka dinilai tidak becus menangkis berita palsu yang ada di platform-nya.

Meminimalisasi postingan informasi dari akun media, berarti juga meminimalisasi berita palsu yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pengguna tak lagi diganggu kabar hoax yang meresahkan.

Ilustrasi hoax (Foto: Thinkstock)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: