kumparan
12 Sep 2019 8:01 WIB

Anak Bunuh Ayah Karena Tidak Dibelikan Paket Internet untuk Main PUBG

Ilustrasi PUBG Mobile. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Kisah sadis datang dari seorang pemuda asal India yang tega membunuh ayahnya sendiri hanya karena dilarang main PUBG Mobile dan tidak dibelikan paket internet untuk bermain game tersebut.
ADVERTISEMENT
Pemuda 21 tahun yang teridentifikasi bernama Raghuveer Kumbar itu adalah seorang pelajar yang diketahui memiliki kecanduan bermain game PUBG. Selain itu, ia juga diketahui mengalami kecanduan narkoba dan tidak lulus ujian di kampusnya.
Kepolisian mengatakan bahwa Raghuveer membunuh sang ayah yang bernama Shankar Devappa setelah keduanya sering berdebat karena game. Ayahnya kerap kali menemukan si anak begadang semalam suntuk hingga pukul 4.30 pagi hanya untuk main game.
Game PUBG Mobile. Foto: PlayerUnknown's Battlegrounds
Merasa kesal dengan pemandangan itu, si ayah yang merupakan pensiunan polisi pun merebut smartphone dari genggaman sang anak, dan keduanya berdebat. Keduanya dilaporkan seringkali berdebat hingga pukul-pukulan.
Suatu hari, Raghuveer meminta sang ayah membelikannya kuota internet, namun si ayah tidak mengabulkan permintaan itu. Raghuveer marah dan menghajar ayahnya sampai-sampai merusak jendela rumah.
ADVERTISEMENT
Melihat keributan itu, para tetangga mencoba melerai keduanya namun tidak berhasil. Alhasil, mereka memanggil polisi hingga akhirnya cukup membuat keduanya berhenti pukul-pukulan.
Ilustrasi bermain game PUBGr. Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
Raghuveer pun ditahan di kantor polisi Kakati. Hingga akhirnya ayahnya menjemputnya dan membawanya kembali pulang.
Namun, bisa dibilang membawa pulang Raghuveer adalah keputusan yang salah. Selang beberapa jam setelah Raghuveer pulang dari kantor polisi, ia kembali menyerang si ayah dengan memotong kepala dan tubuhnya menggunakan celurit.
Tak berapa lama, polisi datang dan menyaksikan kejadian tragis tersebut. Mereka kemudian menangkap Raghuveer dan menjebloskannya ke penjara pada Senin (9/9).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan