kumparan
4 Sep 2019 10:01 WIB

Bikin Terjemahan di YouTube Kini Harus Disetujui Pemilik Video

Ilustrasi menonton Youtube. Foto: Shutter Stock
YouTube resmi mengubah kebijakan kontribusi terjemahan komunitas mereka. Kebijakan baru ini membuat terjemahan yang disumbangkan komunitas hanya dapat ditayangkan setelah disetujui secara manual oleh sang pemilik akun.
ADVERTISEMENT
Jika kalian menonton video dari YouTuber luar negeri, mungkin kalian mendapati terjemahan pada bagian bawah layar yang mempermudah pemahaman atas ucapan YouTuber idola kalian. Fitur tersebut dimungkinkan melalui terjemahan komunitas (community translations) yang disediakan oleh YouTube.
Teks terjemahan dari komunitas memungkinkan para penggemar aktif untuk mengalihbahasakan konten YouTuber idola mereka. Dengan demikian, konten di YouTube dapat diakses secara lebih luas tanpa perlu ada pekerjaan tambahan bagi pihak YouTube maupun si pembuat konten.
Pada kebijakan YouTube sebelumnya, pembuat konten dapat meninjau kontribusi terjemahan yang dibuat individu dan memiliki opsi untuk menolak kontribusi terjemahan yang diberikan komunitas bagi video tertentu. Namun, ternyata sebagian besar dari mereka membiarkan opsi diaktifkan dan mengabaikan terjemahan terisi tanpa ditinjau sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, fitur terjemahan dalam YouTube sangat rentan untuk disalahgunakan. Pada 2017, YouTube juga telah memperingatkan para kreator konten untuk mengulas terlebih dahulu terjemahan yang disediakan komunitas untuk video mereka.
Adapun perubahan kebijakan kontribusi terjemahan komunitas oleh pihak YouTube didasari atas kasus yang belum lama ini menimpa seorang YouTuber bernama JT.
Kasus ini bermula ketika JT mempublikasi sebuah video di YouTube mengenai sikap buruk dari salah satu penerjemah PewDiePie. Postingan JT dibalas oleh penerjemah tersebut dengan melecehkan JT melalui beberapa terjemahan untuk video PewDiePie.
Tidak terima dengan perlakuan penerjemah tersebut, JT melaporkan pelecehan yang dialaminya kepada pihak YouTube. Komplain JT akhirnya ditanggapi oleh pihak YouTube dengan perubahan kebijakan komunitas yang baru.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan