kumparan
11 Des 2017 13:17 WIB

Bitcoin Senilai Rp 1 Triliun Dicuri dari Pasar Tambang Cryptocurrency

Ilustrasi Bitcoin (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Mata uang digital, khususnya bitcoin, memang sedang jadi primadona karena nilainya yang terus meroket bahkan mencapai Rp 250 juta per 1 bitcoin. Di tengah tren tersebut, bitcoin juga menjadi target para penjahat siber dan serangan terbaru baru saja menimpa platform penambang bitcoin NiceHash asal Slovenia.
ADVERTISEMENT
NiceHash menggambarkan dirinya sebagai penyedia layanan dan pasar terbesar untuk menambang mata uang virtual atau cryptocurrency. Peretasan yang terjadi kali ini membuat perusahaan tersebut kehilangan 4.700 bitcoin yang setara dengan 70 juta dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun.
CEO NiceHash, Marko Kobal, mengatakan pihaknya harus menghentikan operasional layanan selama beberapa jam karena pelanggaran keamanan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemulihan sistem setelah peretas atau sekelompok hacker berhasil menyusp ke sistem komputer perusahaan.
"Mengingat kompleksitas dan keamanan sistem yang ada, ini tampak sebagai serangan yang sangat terkoordinasi dan sangat canggih. Para hacker tampaknya telah memasuki sistem NiceHash dengan menggunakan kredensial salah satu insinyur perusahaan," kata Kobal, dilansir CNN.
Dia juga tidak mengatakan dari mana dana telah diambil oleh para hacker, apakah hanya dana perusahaan atau dari akun pengguna NiceHash juga.
ADVERTISEMENT
NiceHash telah memperingatkan penggunanya untuk mengubah kata sandi akun sebagai tindakan pencegahan saat ruang lingkup kerusakan yang diciptakan peretas belum diketahui.
"Selain melakukan penyelidikan sendiri, insiden tersebut telah dilaporkan ke pihak berwenang dan penegak hukum yang relevan dan kami bekerja sama dengan mereka sebagai masalah mendesak," tutur Kobal.
ATM Bitcoin (Foto: AFP/Jack Guez)
Sebelumnya, beberapa platform mata uang digital juga pernah mengalami kejadian serupa terkait pencurian digital. Seperti yang terjadi pada Bitfinex, sebuah bursa bitcoin berbasis di Hong Kong, sempat ditutup tahun lalu setelah hacker mencuri hampir 120.000 bitcoin yang bernilai lebih dari 65 juta dolar AS pada saat itu.
Tahun sebelumnya, Hacker membobol pertukaran Bitstamp Eropa dan berhasil mencuri sekitar 19.000 bitcoin.
Faktor Keamanan bagi perusahaan platform mata uang digital memang menjadi tantangan tersendiri, terlebih perusahaan keamanan Cybersecurity FireEye baru-baru ini memperingatkan bahwa para hacker Korea Utara telah meningkatkan usaha mereka untuk mencuri bitcoin guna mendukung rezim otoriter Kim Jong Un.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan