kumparan
12 Sep 2019 11:08 WIB

BJ Habibie dan Deretan Pesawat Kebanggaan, Termasuk N250

Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) dengan latar depan miniatur pesawat R80. Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sosok itu adalah Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie, yang meninggal dunia pada Rabu (11/9) sore sekitar pukul 18.05 WIB di usia 83 tahun.
ADVERTISEMENT
BJ Habibie yang juga Presiden ke-3 Indonesia dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia karena telah berkontribusi besar dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia, khususnya di bidang kedirgantaraan.
Karena kecerdasannya, Habibie memiliki sejumlah hak paten atas penemuan-penemuannya di dunia kedirgantaraan. Menurut sumber tertentu, Habibie memiliki 46 hak paten di bidang aeronautika yang digunakan untuk desain pesawat modern.
Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936 ini memang akrab dengan pesawat. Jejak kariernya sebelum menjabat sebagai presiden, hampir sebagian besar berhubungan dengan burung besi.
Presiden Indonesia BJ Habibie (tengah), ditemani istrinya Ainun, melambaikan tangan ke media pada 26 Mei. Foto: AFP/BARBARA WALTON
Habibie sempat belajar tentang keilmuan teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (kini dikenal Institut Teknologi Bandung atau ITB) pada tahun 1954. Namun, hanya beberapa bulan di ITB, ia memutuskan untuk meneruskan pendidikan ke Jerman.
ADVERTISEMENT
Saat di Jerman, Habibie mengambil studi Teknik Penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochschule (RWTH) Aachen. Ia menerima gelar diploma ingenieur pada 1960 dan dilanjutkan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.
Selama di Jerman, Habibie menetap di Hamburg dan pernah bekerja di beberapa perusahaan. Dengan gelar insinyur, ia mendaftarkan diri di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Di Firma Talbot, ia mendesain struktur dan rangka kereta api.
BJ Habibie. Foto: Dok. Perpusnas
Ia juga pernah bekerja di sebuah perusahaan penerbangan, Messerschmitt-Bölkow-Blohm, yang berpusat di Hamburg. Setelah nyaman dengan kariernya itu, Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, memanggilnya untuk kembali ke Indonesia pada 1973. Habibie diminta untuk menjabat sebagai Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT yang memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis.
ADVERTISEMENT
Habibie merupakan pendiri PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), atau yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Tekad kuat dan kejeniusan Habibie mendorong pembangunan IPTN menjadi industri aeronautika pertama di Indonesia pada 1976.
Pesawat N250
Salah satu karya Habibie yang palign diingat adalah pesawat N250 Gatot Kaca. Kala itu, pesawat baling-baling bermesin turboprop buatan lokal tersebut diujicobakan di langit Bandung. Teknologi pesawat itu cukup canggih dan didesain untuk jangka waktu 30 tahun.
Prototype pesawat N 250 yang masih tersimpan di dalam hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandung, Jawa Barat. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
N250 merupakan pesawat rancangan IPTN, sebelum namanya berubah menjadi PT DI. Pesawat itu berjenis kelas 50-70 penumpang. Ia sukses terbang perdana pada 10 Agustus 1995, yang saat itu disaksikan langsung oleh Soeharto.
Pada saat Indonesian Air Show 1996, pesawat itu menjadi primadona. Kini, purwarupa pesawat itu masih tersimpan di hanggar PT DI. Sebenarnya, pesawat N250 mulanya akan dibuat menjadi empat pesawat purwarupa (prototype aircraft - PA) yaitu PA-1, PA-2, PA-3, dan PA-4. Akan tetapi, akhirnya hanya dibuat 2 pesawat prototipe saja menyusul diberhentikannya program pengembangan.
ADVERTISEMENT
PA-1 dengan sandi Gatotkaca dan PA-2 dengan sandi Krincing Wesi, N250-100, mengangkut 68 penumpang yang terbang perdana pada tanggal 19 Desember 1996. Namun, proyek N250 akhirnya dihentikan oleh Soeharto pada 1998 atas rekomendasi International Monetary Fund (IMF), karena Indonesia mengalami krisis moneter.
Pesawat-pesawat lain karya Habibie
Masih ada karya-karya Habibie yang mendapat pujian dari banyak pihak. Beberapa di antaranya adalah pesawat R80 yang dibuat PT Regio Aviasi Industri dan dilengkapi dengan teknologi fly by wire untuk memberikan sinyal elektronik dalam memberikan perintah.
Perusahaan PT Regio Aviasi Industri didirikan Habibie bersama anak sulungnya, Ilham Akbar. Walau belum diproduksi, pesawat R80 telah mendapatkan pemesan, yang terdiri atas NAM Air sebanyak 100 unit; Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit, dan Aviastar 10 unit.
Penggalangan Dana Prototype Pesawat R80. Foto: Kelik Wahyu/kumparan
Pengembangan pesawat R80 ditaksir membutuhkan biaya sebesar 1 miliar dolar AS. Pesawat R80 akan diujiterbangkan pada tahun 2020 dan siap diproduksi secara massal pada tahun 2024.
ADVERTISEMENT
BJ Habibie juga terlibat dalam merancang pesawat angkut militer TRANSALL C-130 yang bermesin empat turboprop sayap tinggi dan punya fungsi membantu tugas militer. Pesawat ini sanggup mengangkut berbagai macam kargo dan mampu mendarat di landasan terbatas.
Ada banyak catatan karya Habibie lain dalam industri pesawat. Dirangkum dari berbagai sumber, Habibie juga mengembangkan pesawat Hansa Jet 320, pesawat angkut Dornier Do 31, Airbus A-300 yang mampu menampung 300 penumpang, CN-235, Helikopter BO-105, hingga Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
Mantan presiden Indonesia dan presiden BJ Habibie datang ketika dia tiba untuk menghadiri upacara untuk secara resmi membuka kedutaan besar Australia yang baru di Jakarta, Indonesia 21 Maret 2016. Foto: REUTERS / Garry Lotulung
Tak hanya menciptakan desain pesawat, Habibie juga mampu mengeluarkan teori yang bermanfaat dalam konstruksi pesawat terbang. Teori itu dinamakan Teori Habibie atau Teori Crack. Rumus temuan Habibie ini dapat menghitung crack progression sampai skala atom material kontruksi pesawat terbang.
ADVERTISEMENT
Teori ini tentang menghitung keretakan atau crack progression on random yang dipelajari ketika melihat fenomena fatigue (kelelahan) pada kontruksi pesawat. Habibie sampai dijuluki ‘Mr Crack’ karena mampu mengkalkulasi keretakan pesawat karena proses terbang landas dan membangun desain pesawat modern untuk menghindari kecelakaan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·